Keluarga Wanita Yang Diduga Meninggal di Wisma Tolak Otopsi

5112024101227
Ketfo : Jenazah Elma wanita yang diduga meninggal di Wisma saat berada di ambulance

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Pihak keluarga Elma 32 warga desa Lolisang, Kecamatan Kajang, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan yang diduga meninggal di Wisma menolak untuk otopsi hal ini menyebabkan polisi kesulitan untuk mengungkap apa penyebab meninggalnya korban.

Haris perwakilan keluarga korban kepada wartawan mengatakan kalau awalnya orang tua dan saudaraku Elma sepakat untuk untuk dilakukan otopsi namun belakangan berubah pikiran.

” Awalnya orang tua ibu dan bapak korban mau tapi karena mungkin ada pertimbangan lain sehingga tidak jadi,” kata Haris yang merupakan sepupuh dari korban Elma saat ditemui di Mapolres Bulukumba.

Menurut Haris saat itu Elma (korban) hendak dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk untuk dilakukan optopsi terhadap jezanah. Mobil ambulance yang membawa korban putar balik ke rumah duka setalah kerabat meminta agar korban tidak di otopsi.

” Penolakan untuk otopsi tertera dalam surat kesepakatan yang ditandatangani oleh ibu, bapak dan saudara korban diatas kertas materai,” katanya.

Kendati tidak dilakukan otopsi namun pihak keluarga tetap menyakini kalau korban meninggal secara tidak wajar dengan beberapa keganjalan seperti mulut yang mengeluarkan busa dan sejumlah keanehan lainya yang dilihat secara kasat mata di jenazah korban saat di rumah duka.

” Saya selalu perwakilan dari pihak keluarga sampai saat ini masih menyakini kalau korban meninggal tak wajar,” ucap Haris.

Meninggalnya korban Elma juga tidak lepas dari teman prianya yakni Abu yang juga adalah kerabat korban dan warga desa Lolisang.

” Abu juga telah menghilang sejak korban dinyatakan meninggal, ada informasi kalau dia di rumah kerabat istrinya di luar kabupaten Bulukumba,” ujar Haris.

Korban menurut Haris memiliki dua orang anak suami korban saat kejadian berada di Morowali sedangkan teman pria korban juga memiliki istri dan anak.

Sementara itu kasat reskrim polres Bulukumba AKP Abustam melalui Kanit Tindak Pidana Umum (Pidum) Aipda Supriadi membenarkan hal tersebut.

Keluarga korban awalnya sepakat untuk dilakukan optopsi namun setalah jenazah diberangkatkan ke rumah sakit Bhayangkara ditengah perjalanan keluarga korban memberi kabar dan meminta jenazah di pulangkan dan batal untuk di optopsi.

“Polisi tidak tidak bisa memaksakan hendak untuk dilakukan otopsi kalau pihak keluarga menolak,” katanya.

Padahal Optopsi menurut Supriadi nantinya akan diketahui apa penyebab sehingga korban meninggal dunia. Namun pihaknya tetap akan terus berupaya mengungkap apa penyebab meninggalnya korban.

” Penyidik masih periksa saksi-saksi tambahan termasuk akan melakukan pemeriksaan terhadap teman pria korban,” tutupnya.(**)