RUBRIK.co.id, BULUKUMBA- Inilah isi surat wasiat yang ditulis AD 29 pemuda asal warga Ela-Ela, kecamatan Ujung Bulu, kabupaten Bulukumba , Sulawesi Selatan yang ditemukan tewas gantung diri di dusun Ukke’e Desa Taccorong, kecamatan Gantarang Minggu 18 Agustus 2024 sore.
Sebelum meninggal dunia gantung diri korban menulis surat wasit di selembar buku yang isinya sebagai berikut ” AKU SAYANG IBU BAPAK, MAAFKAN AKU IBU BAPAK , TOLONG DISAMPAIKAN PESAN TERAKHIR , MERASA BERSALAH-BERKATA-KATA” Isi surat yang ditulis korban sebelum gantung diri diberikan kepada sahabatnya Tuo.
Dari keterangan sejumlah warga sekitar kalau korban dikenal sebagai pemuda mandiri dan terbilang sudah mapan dari segi ekonomi.
” Almarhum punya usaha air Galong isi ulang, punya beberapa kendaraan bahkan sudah punya tempat yang dia bangun sendiri,” Kata Akbar yang tidak lain adalah kerabat korban kepada wartawan Minggu 18 Agustus 2024.
Bukan hanya akrab bahkan sejumlah warga yang tinggal di sekitar tempat usaha korban mengaku kalau korban dikenal sangat baik dan tidak pernah memiliki masalah termasuk masalah ekonomi atau hutang piutang.
Sebelum gantung diri sekitar pukul 01:00 wita korban sempat berbincang-bincang sambil minum kopi dengan kerabatnya dan tetangga sekitar.
” Makanya kami kaget sebelum korban ditemukan meninggal karena gantung diri korban sempat minum kopi dirumah warga dekat tempat usahnya,” Kata Akbar.
Menurut Akbar kalau di sekitar tempat usaha air galong isi ulang milik korban mayoritas keluarganya salah satunya adalah saudara korban.
“Tidak ada tanda-tanda atau keluhkan masalah yang dihadapi korban yang dicerita pada saya maupun keluarga lainya, dia tidak pernah curhat makanya saya merasa tidak percaya korban bisa bertindak nekad begini,” Katanya.
Korban AD adalah anak bungsu dari beberapa besaudara, korban diketahui masih tinggal berasa orang tuanya di Ela-ela kecamatan Ujung Bulu, namun korban terkadang sekali-kali korban bermalam di tempat usahanya.
Isap tangis pecah saat jenazah korban pertama kali di temukan gantung diri dan saat dibawa ke rumah duka yakni rumah orang tua korban.***






