RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Bakal calon wakil bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto (TSY) terancam batal maju sebagai paket dari Jamaludin
M Syamsir (JMS).
Terancamnya TYS batal maju sebagai pendamping JMS dikarenakan adanya signal dari partai kebangkitan bangsa (PKB) memberi isyarat akan mengusung petahana yakni Andi Muchtar Ali Yusuf.
Sementara itu Dr Asbar mengatakan kalau memang PKB menjatuhkan pilihan bakal calon incamben yakni AndI Utta memungkinkan JMS yang sudah hampir pasti mendapatkan restu dari partai Golongan Karya (Golkar) akan kembali mengocok kartu.
” Kita tau kan TSY diambil sebagai Balon Wakil Bupati oleh JMS dengan tagline JADIMI harapannya rekomendasi PKB didapatkan, namun jika PKB pindah dukungan pasti akan ada calon wakil yang ditarget untuk mencukupkan syarat untuk bertarung di Pilkada,” kata Asbar.
Ada beberapa pimpinan partai yang hingga saat ini belum menyatakan dukungan. Salah satunya Arum Spink yang beberapa waktu lalu mendapatkan surat tugas dari Pimpinan Partai Nasdem untuk mencari dukungan partai lainya agar bisa maju di Pilkada.
” Jika Golkar dan Nasdem bersatu sudah cukup menjadi syarat bertarung di Pilkada, Golkar 5 kursi tambah Nasdem 3 Kursi,” kata Asbar.
Ketua Fahidin HDK yang ditemui di Sekretariat DPRD Bulukumba, Kamis, 15 Agustus 2024 tidak menepis kedekatannya dengan Petahana.
Rabu, 14 Agustus 2024 malam dia kedapatan bertemu dengan Andi Edy Manaf, Balon Wakil dari Andi Muchtar Ali Yusuf.
” PKB adalah partai terbuka, mengusung calin selain kader itu tetap ada. Kita liat nanti dalam waktu dekat kita umumkan,” katanya.
Tomy Satria Yulianto yang dikonfirmasi menyerahkan seluruhnya keputusan ke PKB. Sebagai kader dia telah menyampaikan keinginan untuk diusung oleh partai dimana dirinya bernaung.
” Saya kembalikan kepada partai untuk memutuskan yang terbaik adinda. Saya sudah menyampaikan sikap dan harapan saya ke partai dan setelah itu saya sebagai kader tinggal menunggu keputusan partai,” katanya.
Dia mengakui banyak yang meragukan tentang peluang dirinya untuk maju bertarung di Pilkada. Banyak analis yang menyampaikan pesimismenya.
” Yang bisa saya lakukan dengan maksimalkan ikhtiar dan mengharapkan ridho Allah. Insya Allah akan dimudahkan. Jika partai politik termasuk PKB memberikan mandat maka saya akan Bismillah. Demikian pula mempertimbangkan banyaknya dorongan dan aspirasi dari kerabat, sahabat dan masyarakat untuk maju maka saya akan teguhkan sikap,” jelasnya.***






