Daerah  

Andi Edy Manaf Ultimatum Mitra Bulog Jangan Permainkan Harga Gabah Petani

Irwan Rubrik
Ketfo: Wakil Bupati Bulukumba, HA Edy Manaf, memimpin langsung rapat bersama sejumlah pihak, termasuk Bulog, guna merespons persoalan ini

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Harga gabah anjlok  belakangan ini menjadi perhatian serius di Kabupaten Bulukumba.

Wakil Bupati Bulukumba, HA Edy Manaf, memimpin langsung rapat bersama sejumlah pihak, termasuk Bulog, guna merespons persoalan ini.

Dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat Wakil Bupati Bulukumba, 11 April 2025, Edy Manaf dengan tegas mengingatkan mitra Bulog agar tidak bermain-main dengan harga gabah.

Ia menyebut, penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan petani.

Harga gabah anjlok belakangan ini menjadi perhatian serius di Kabupaten Bulukumba. Wakil Bupati Bulukumba, HA Edy Manaf, memimpin langsung rapat bersama sejumlah pihak, termasuk Bulog, guna merespons persoalan ini.

Dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat Wakil Bupati Bulukumba, 11 April 2025, Edy Manaf dengan tegas mengingatkan mitra Bulog agar tidak bermain-main dengan harga gabah.

Ia menyebut, penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan petani.

Ia menambahkan, kebijakan HPP ini adalah bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui sektor pertanian.

Kepala Bulog Bulukumba, Farid Nur, yang turut hadir dalam rapat tersebut mengakui kekhawatiran Wakil Bupati. Ia pun menyayangkan jika masih ada mitra Bulog yang membeli gabah di bawah harga resmi.

” Mitra Bulog itu sudah sangat dimudahkan. Mereka tidak mengeluarkan biaya untuk pengangkutan hingga penggilingan. Semua ditanggung Bulog. Jadi kalau masih ada yang bermain, pasti kami tindak tegas,” ujar Farid.

Farid melaporkan, hingga awal April 2025, Bulog telah menyerap lebih dari 11 ribu ton gabah, atau 440 persen dari target awal sebesar 2.500 ton.

” Kalau secara keseluruhan 5 kabupaten yang kami bawahi sudah 215 persen, Bulukumba yang paling banyak membantu penyerapan gabah,” kata Farid Nur.

Banyaknya serapan inilah, membuat gudang-gudang lokal penuh. Membuat Bulog terpaksa tidak menerima lagi gabah petani untuk sementara.

” Apalagi ini musim hujan, kami kekurangan drayer, di Bulukunba hanya ada 4 dari 28 mitra yang ada, selebihnya diluar kabupaten seperti Bantaeng 3, dan Sinjai 1,” kata Farid Nur.

Untuk mengantisipasi permasalahan ini, Farid Nur mengaku telah menyewa gudang baru dengan kapasitas 5 Ton. Namun itu ternyata belum bisa menampung keseluruhan gabah petani yang puncaknya diprediksi akhir April 2025 mendatang.***