Daerah  

Warga Resah, Sejumlah Sapi Di Bulukumba Diduga Terjangkit PMK

Irwan Rubrik
f ILUSTRASI PMK
Ilustrasi sapi

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Peternak sapi di dusun Paobencenge Desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba resah dengan adanya dugaan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. Mereka berharap agar dinas terkait bisa segera turun.

Pudding pemilik ternak asal dusun Paobencenge desa Bontonyeleng mengaku bukan hanya sapi miliknya yang sakit tapi sejumlah sapi milik tetangganya sakit.

” Air liur keluar terus di mulut sapi mana lagi malas makan,” Kata Pudding.

Ditambahkan Pudding kalau hal ini tidak segera diatasi oleh dinas terkait maka akan banyak sapi nantinya akan mati.

Arifin sapi lainya peternak lainya yang ada di desa Bontonyeleng mengatakan kalau dirinya juga terkena dampak dari penyakit yang diduga virus PMK tersebut.

Arifin berharap agar dinas terkait bisa turun langsung melakukan pengawasan terkait merebaknya penyakit ternak sapi yang diduga virus PMK tersebut.

” Saya tidak tau sakit apa sapi saya tapi banyak keluarkan air liur dan kandang kayak mau lumpuh,” kaya Arifin.

Peternak berharap kepada dinas terkait untuk aktif turun melakukan pengawasan dan penyuluhan terhadap para peternak agar penyakit ini tidak menyebar ke ternak warga lainya.

Sementara itu kepala desa Bontonyeleng , kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba Andi Mauragawali mengatakan kalau satgas PMK sudah intens turun di desanya untuk melakukan pengawasan dan pembinaan pencegahan penyakit virus PMK.

” Kalau satgas sudah sering ke desa Bontonyeleng pantau ternak dan berikan bimbingan ke pemilik ternak tapi kendalanya tidak ada vaksin,” kata Opu sapaan akrab Andi Mauragawali.

Ditambahkan Opu kalau masalah pembayaran untuk vaksin PMK memang ada Rp100 ribu untuk satu ternak sapi kalau pemilik ternak yang meminta petugas untuk melakukan vaksin.

Namun Opu mengatakan kalau sampai saat ini belum ada ternak sapi warganya yang mati akibat terjangkit virus PMK.

” Pernah memang ada sapi  warga yang mati tapi bukan karena virus PMK, tapi dipatok ular,” katanya. (**)