Daerah  

Gunakan Aplikasi Hijau, Pelaku Bisnis ‘Lendir’ Di Bulukumba Masih Tumbuh Subur

Irwan Rubrik
Untitled design
Ilustrasi aplikasi hijau (MiChat)

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Bisnis prostitusi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan rupanya terus berkembang. Terlebih, pelaku bisnis “Lendir” ini juga memanfaatkan perkembangan teknologi didengan cara menjajahkan dirinya melalui aplikasi MiChat Minggu 27 April 2025.

Mawar (samaran) misalnya, salah satu dari sekian banyaknya Pekerja Seks Komersil (PSK) yang menggunakan aplikasi Michat untuk mempromosikan disinya.

Sekarang inikan jamannya teknologi, tentu saya manfaatkan dengan baik. Kalau menggunakan aplikasi itu lebih aman dan mudah untuk mencari pelanggan,” katanya.

“Selain itu juga tidak harus menyetor ke mucikari, kan saya langsung terhubung ke pelanggan tanpa perantara mucikari,” tambah Mawar yang mengaku sudah cukup lama menjalankan bisnis “Lendir” itu.

Bisnis lendir perhotelan, Wisma dan sejumlah kost ini, kata Mawar hanya sampingan untuk mencari tambahan.

“Tawar menawar melalui aplikasi MiChat dan tempatnya saya yang tentukan,” Kata Mawar.

“Dalam semalam itu saya biasa menerima tamu 2 sampai 3 orang. Itu sudah cukup menguntungkan,” bebernya.

Sekali kencan, Sisi memasang tarif Rp 350 sampai 500 ribu untuk short time dan Rp. 900 bahkan Rp.1 juta untuk long time.

“Harga segitu sudah termaksud dengan biaya penginapan. Setiap bertransaksi dengan pelanggan, saya memakai sistem pembayaran Cash On Delivery,” tutupnya.

Sementara itu dari informasi yang dihimpun wartawan kalau sejumlah hotel, wisma bahkan rumah kos yang ada di kabupaten Bulukumba diduga menjadi tempat para pekerja seks komersial melakukan aksinya.

Sementara itu Pelaksana Tugas (PLT) kepala satuan polisi pamon praja kabupaten Bulukumba Andi Hasbullah mengatakan kalau pemerintah kabupaten dalam hal ini satpol PP sudah sering kali melakukan penertiban atau razia lokasi yang diduga menjadi tempat prostitusi di kabupaten Bulukumba.

” Kami terus gencarkan operasi setiap kami menerima laporan maupun tidak sejumlah hotel, wisma bahkan kos-kosan kita razia bersama teman-teman satpol PP,” Tegas Andi Hasbullah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bulukumba meminta kerja sama semua pihak termasuk masyarakat untuk melaporkan apabilah mengetahui adanya lokasi yang dijadikan tempat prostitusi di kabupaten Bulukumba.***