RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Wakil bupati H Andi Edy Manaf datang langsung mengunjungi dapur Badan Gizi Nasional (MBG) terkait adanya ratusan paket nasi basi dan bau yang ditemukan di SMPN 2 Bulukumba Jumat 23 Mei 2025.
Andi Edy Manaf didampingi Forkopimda kapolres dan dandim 1411 Bulukumba, langsung mengunjungi lokasi dapur produksi MBG di Jalan Matahari, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.
Kepada wartawan Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf mengatakan kalau persoalan hanya ditemukan di SMPN 2 saja tidak di sekolah lain.
” Kalau saya lihat ini persoalan ganta kesalahan persepsi karena hanya di SMPN 2 yang ditemukan begini,” Ujar H Andi Edy Manaf.
Menurut H Andi Edy Manaf kalau dilihat ada kemungkinan kesalahan metodologi dari pihak penyedia salah satunya adalah masalah pengataran karena ini makanan, beda waktu pengantaran.
Bahkan menurut wabup pihak penyedia sudah mengakui ada masalah persepsi, ada yang melihatnya sebagai makanan basi, persepsi inilah yang harus disatukan, karena anak-anak yang merasakan,” kata Edy Manaf.
Dari 712 makanan untuk siswa smpn 2 itu, kata Edy Manaf ada yang dimakan, ada yang habis ada yang dihentikan untuk makan ada juga yang belum dikomsumsi.
Kepada wartawan KA SPPG BGN 01 Ujung Bulu Wahyu membantah bahwa menu nasi goreng MBG, dia mengaku bahwa nasi tersebut tidak dalam kondisi basi namun tekstur yang lembek.
“Nasi semua aman kecuali nasi yang basah. berita yang beredar itu tidak betul adanya dikarenakan makanan tidak ada yg basi namun teksturnya lembek ( basah bukan basi),” kata Wahyu saat dikonfirmasi Radar Selatan, Jumat 23 Mei 2025.
Di Bulukumba wahyu mengaku menangani 9 sekolah, dengan jumlah sebanyak 2888 ompreng makanan untuk siswa.
“Dalam membuat nasi goreng diolah dua kali, pertama masak nasi biasa dan esok berikutnya diolah menjadi nasi goreng,” kata dia.
Wahyu mengatakan, setelah adanya laporan dia mengecek langsung dan mengakui jika nasinya lembek, menggumpal.
” Dan saya juga coba nasikku, saya masih makan dan tidak basi. Tapi lembek memang, tapi itu persepsi lagi,” kata Wahyu.***






