RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Memasuki musim tanam padi di sejumlah wilayah di kabupaten Bulukumba kepala desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang meminta agar warga tidak membuang sampah di drainase maupun irigasi yang dilalui air untuk ke sawah petani Minggu 25 Mei 2025.
Menurut Andi Mauragawali hal ini dilakukan dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan salah satunya aliran air irigasi yang akan digunakan para petani nantinya.Baik sampah organik maupun non organik seperti limbah rumah tangga. Sehingga solusi dari sampah-sampah tersebut bisa dibakar ataupun di kubur.
Opu sapaan akrab Andi Mauragawali mengatakan kalau dengan tidak membuang sampah secara sembarangan bisa menciptakan lingkungan desa tetap bersih dan rapi
“Diharapkan masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi membuang sampah ke aliran sungai atau drainase maupun irigasi di sawah, sebab sampah yang dibuang sembarangan akan berdampak buruh terhadap lingkungan.
Sampai yang dibuang di irigasi yang dilalui air ke sawah petani nantinya akan bertumpuk sehingga aliran air tersendat dan bisa merusak pondasi irigasi itu sendiri.
” Saya setiap hari melihat di sepanjang drainase ada saja sampah yang terbawah air sampai popok bekas bayi juga dibuang warga,” Kata mantan anggota polri ini.
Bukan hanya itu air menjadi tercemar, sehingga para warga yang setiap hari memanfaatkan air sungai untuk keperluan tanaman maupun ternak mereka bahkan untuk mencuci pakai akan kotor dan mudah terjangkit virus. Selain itu juga akan berdampak buruk terhadap ekosistem lainya.
” Saya tidak tau ini sampah dibuang warga saya ataupun warga sebelah tapi saya tiap hari lihat banyak sampah terbawah arus air,” Katanya.
“Kita minta masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke aliran air seperti sungai, drainase
sampai irigasi,” Harapnya.
Menurutnya selain berdampak buruh terhadap air, sampah yang dibuang ke sungai juga akan memicu bencana alam. Sebab jika banyak sampah yang dibuang, aliran air akan tersumbat. Tentu sampah ini akan mengakibatkan luapan air yang sewaktu-waktu bisa masuk ke rumah warga yang tinggal disekitar aliran air.
Lanjut Opu untuk itu ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan para warga dalam mengelola sampah. Dimana sampah bisa di bakar dan di kubur. Adapun yang dibakar, yaitu sampah non organik sebab tidak bisa terurai. Seperti plastik sisa deterjen, bungkus sabun, sisa pampers dan lainnya.
Sedangkan yang bisa dikubur, yaitu sampah organik, sebab dapat terurai. Seperti kulit pisang, sisa-sisa potongan sayuran, tumbuhan dan lain sebagainya.
“Maka dari itu mari sampah-sampah kita bakar ataupun bisa di kubur. Supaya kedepannya lingkungan kita tetap bersih,”tutupnya.***






