RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Kepolisian polres Bulukumba berencana akan memanggil warga yang telah menyegel SDN 145 Tuju Desa Dwi Tiro kecamatan Bontotiro dalam waktu dekat ini.
Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto melalui kepala seksi (Kasi) humas AKP H Marala membenarkan rencana pemanggilan terhadap oknum warga yang menyegel SDN 145 tuju Dwi Tiro.
“Dalam waktu dekat ini kita akan layangkan surat panggilan klarifikasi terhadap oknum warga dan kerabatnya untuk dimintai keterangan soal penyegelan SDN 146 tuju,” Kata H Marala.
H Marala mengatakan kalau kasus penyegelan SDN 145 tuju tidak dilaporkan secara resmi oleh pihak sekolah maupun dinas pendidikan namun hanya bentuk pengaduan.
” Bukan dilaporkan tapi cuman masukkan aduan ke polisi tidak melapor secara resmi,” Katanya.
Kendati itu menurut H Marala pihak kepolisian telah menindak lanjuti aduan yang masuk terkait penyegelan tersebut dan saat ini masih berproses. Rencananya dalam waktu dekat kembali polisi akan memanggil sejumlah pihak termasuk keluarga dari pihak yang menyegel sekolah untuk dimintai keterangan atau klarifikasi.
” Kita akan panggil untuk menayangkan apa betul yang menyegel sekolah apa alasan sehingga dia menyegel dan apa bukti yang dipegang sehingga mengklaim lahan tersebut adalah miliknya,” Ucap H Marala.
Mengenai jadwal pemanggilan H Marala akan menyerahkan persoalan ini ke bagian reskrim yang sebelumnya menerima aduan tersebut..
Diberitakan sebelumnya puluhan murid sekolah dasar negeri (SDN) 145 tuju, desa Dwi Tiro, kecamatan Bontotiro, kabupaten Bulukumba, Sulawesi selatan terpaksa harus berjalan di masjid dan rumah warga sekitar.
Penyegelan sekolah dasar tersebut ternyata sudah berlangsung sejak Juli tahun 2024 lalu, namun sampai saat ini belum juga dibuka.
Pihak sekolah bahkan sudah melaporkan persoalan ini ke pihak kepolisian dan pemerintah kabupaten Bulukumba namun belum juga ada tindakan sampai saat ini.
Kepala Sekolah SD N 145 Tuju, Asdar Abdullah yang dikonfirmasi mengataka
” Penyegelan telah terjadi sejak Juli 2024 lalu sampai saat ini belum juga dibuka,” Kata Asdar Abdullah kepala sekolah SDN 145 Tuju Desa Dwi Tiro Minggu 25 Mei 2025.
Menurut Asdar gedung sekolah disegel oleh oknum warga bernama Asmirati, mengklaim lahan sekolah merupakan miliknya.
” Sudah pasti proses belajar mengajar terganggu sejak pertama kali dilakukan penyegelan, akhirnya kita alihkan murid belajar di masjid dan rumah warga sekitar sementara sambil menunggu segel dibuka,” Kata Asdar. L
Asdar mengaku, sudah melaporkan hal ini ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba. Hasilnya, Satgas gabungan dari Dinas Pendidikan, Satpol PP, dan Bagian Pertanahan sempat membuka paksa segel.
Namun hanya berselang satu jam, sekolah kembali disegel oleh pihak yang sama.
Pasca ditutup kembali, pihaknya telah melapor ke Polisi. Namun hingga saat tak kunjung ada penyelesaian.
Asdar mengaku sudah pernah dipanggil oleh polisi untuk menjadi saksi atas laporan pihak sekolah ke polisi namun sampai ini belum juga ada tindakan lanjut.
Sementara kepala dinas pendidikan kabupaten Bulukumba Andi Buyung Saputra yang dikonfirmasi wartawan mengaku telah melaporkan persoalan ini ke polisi dan masi menunggu hasil.
“Kami sudah laporkan ke polres tinggal menunggu bagaimana hasil dari sana,” Kata Andi Buyung.
Sejumlah pihak termasuk kepala sekolah sudah dimintai keterangan terkait soal penyegelan ini.
Bahkan Andi Buyung mengaku kalau tahun lalu sekolah tersebut juga pernah disegel namun telah dibuka kembali oleh tim, namun belakangan disegel lagi.
” Semoga segera ada solusi dan jalan keluar agar segel sekolah bisa segera dibuka agar proses belajar mengajar bisa berjalan seperti biasanya,” Tutupnya.***






