Arkam Bohari Diduga Dilengserkan Jelang Musda DPD I Golkar Sulsel

Irwan Rubrik
ketua panitia musda ke x partai golkar bulukumba h arkam
H Arkam Bohari

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Sekertaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Bulukumba H Arkam Bohari resmi diduga dilengserkan dari jabatannya jelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Sulawesi Selatan.

Terlengsernya Arkam Bohari muncul setelah
pasca surat undangan rapat pleno mengundang seluruh kader Golkar untuk membicarakan dukungan kepada calon Ketua DPD I Golkar Sulsel belakangan tidak ada tanda tangan Arkam Bohari selaku Sekretaris bahkan digantikan oleh Imran Asnawi.

Sejumlah pihak menduga tergantinya Arkam Bohari disebabkan manuver Ketua DPD II Golkar Bulukumba Nirwan Arifuddin yang mengingikan surat dukungan DPD II Golkar Bulukumba diserahkan ke Munafri Arifuddin, wali kota Makassar.

Merupakan orang yang didampingi Nirwan Arifuddin melakukan kunjungan politik dibeberapa kabupaten atau DPD II Golkar di Sulsel beberapa hari belakangan.

Arkam Bohari yang dikonfirmasi mengenai persoalan ini mengaku, hingga saat ini dirinya masih resmi menjabat sebagai sekretaris DPD II Golkar Bulukumba.

” Secara defacto saya masih sekretaris Golkar Bulukumba, pergantian saya harus ada SK baru yang diterbitkan DPD I Golkar Sulsel. Sepanjang itu belum terbit saya masih sekretaris,” kata Arkam Bohari.

Dia menduga penggantian dirinya sebagai sekretaris merupakan buntut dari permintaan Nirwan Arifuddin yang tidak dia penuhi.

” Nirwan datang untuk minta surat rapat pleno itu ditanda tangani, tapi saya tolak, karena sampai saat ini belum ada petunjuk dari DPD I, kita juga menghormati ketua Taufan Pawe,” katanya.

Persolan pergantian Sekretaris DPD II secara tiba-tiba turut disoroti Legislator Partai Golkar Bulukumba Juandy Tandean yang menurutnya cacat secara administrasi.

” Cacat secara administrasi, Haji Arkam selaku sekretaris definitif tiba-tiba tergantikan oleh Imran Asnawi tanpa ada SK pergantian,” sesalnya.

Menurut Juandy, rapat pleno untuk kesepakatan usulan DPD II Golkar Bulukumba untuk calon ketua DPD I Sulsel terlalu dini. Dimana juknis dan kapan musda DPD I Sulsel belum ada dari DPP Golkar.

” Ini yang menurut kami lucu, karena membuat pleno terkait dukungan tetapi tahapan pemilihan calon ketua DPD I Sulsel belum berjalan,” sesalnya.***