Harga Gabah Kering Tembus Rp7.500 Perkilogram Di Kabupaten Bulukumba 

Irwan Rubrik
IMG 20250223
Ketfo: Proses panen padi petani beberapa waktu lalu yang diawasi oleh babinsa desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Musim panen telah usai hampir di semua wilayah di kabupaten Bulukumba namun pedagan kembali berburu gabah kering dengan harga yang mahal tembus sampai Rp7.500 Perkilogram Minggu 8 Juli 2025.

Dari informasi yang dihimpun wartawan stok gabah kering di kalangan petani di kabupaten Bulukumba terbilang masih banyak ini dikarenakan banyak petani yang pada musim panen lalu memilih menjemur gabah mereka menjadi kering.

Suhardi 50 tahun petani asal desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang mengaku masih memiliki stok gabah kering beberapa belasan karung, karena saat musim panen beberapa waktu lalu dirinya memilih mengeringkan gabah miliknya karena harga yang terkadang berubah-ubah ditingkatkan pedagang.

“Gabah hasil panen lalu saya jemur semua dan saya rencana atau mungkin saya olah jadi beras supaya bisa saya jual lagi dengan harga mahal,” Kata Suhardi.

Menurut Suhardi harga gabah kering miliknya sudah ditawar sejumlah pedagang (tengkulak) dengan harga Rp7.300 sampai Rp7.500 Perkilogram tapi saya belum lepas,” Katanya.

Dirinya mengaku saat ini musim panen di desanya sudah berakhir semua lahan persawahan kembali mulai mulai diolah oleh petani untuk kembali ditanami dalam musim tanam yang diprediksi akan dilakukan bulan Juli 2025 ini.

“Semua petani sudah lakukan panen padi, jadi sekarang masuk musim tanam lagi,” Kata Suhardi.

Hal serupa juga lakukan oleh H Makmur petani asal desa Tanah Harapan, kecamatan Rilau Ale dirinya memilih untuk menjemur gabahnya usai panen beberapa waktu lalu dengan alasan menunggu harga gabah kering yang saat ini sudah tembus sampai Rp7.500 Perkilogram.

Menurutnya saat ini para pedagang kembali turun ke petani untuk mencari gabah kering untuk dibeli dengan harga yang tinggi.

” Saya sudah ada beberapa pedagang yang datang untuk membeli gabah saya di gudang tapi saya belum jual , nanti saja lihat dulu harga siapa tau naik lagi dari penawaran pedagang,” Katanya.

Hasdi Sementara itu salah seorang pedagang di kabupaten Bulukumba mengatakan kalau harga gabah kering saat ini bisa tembus sampai Rp7.500 Perkilogram dari petani.

Namun menurutnya untuk mendapatkan gabah kering di kalangan petani di kabupaten Bulukumba saat ini terbilang susah karena banyak petani yang tidak mau menjual gabah kering mereka.

“Banyak petani yang tidak mau jual gabah keringnya mereka lebih pilih di olah jadi beras kemudian di jual,” Katanya.

Mengenai harga beras saat ini, Hasdi mengaku belum mengetahui lebih jelas terkait harga beras di pasaran, namun menurutnya saat ini menurut informasi yang didapat harga beras naik menyusul naiknya harga gabah saat musim panen lalu.***