RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- NR (24) warga kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba menjadi korban kasus Sobis atau penipuan lewat media sosial jumat 13 Juni 2025 lalu.
Kepada wartawan korban mengaku awalnya dirinya dihubungi oleh kerabatnya berinisial HB (50) untuk meminta tolong mentransfer uang Rp10 ribu kepada ke nomor rekening yang mengaku dari kantor pajak.
Menurut pamannya HB saat itu dihubungi oleh petugas mengaku dari kantor pajak mempertanyakan terkait usaha UMKM milik HB, setelah berkomunikasi lewat pesan whatsapp pelaku kemudian meminta agar mengirimkan uang sebagai syarat untuk pengurusan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Setelah uang Rp10 ribu selesai ditransfer ke rekening yang mengaku dari kantor pajak, kemudian masuk pesan singkat berupa link melalui whatsap, kemudian link tersebut saya klik.
Pada malam harinya sekitar pukul 18:30 WITA masuk pesan dari aplikasi BRImo dengan laporan transaksi sebesar Rp53.870.000 ribu setelah saya periksa uang ada di dalam rekening saya hilang semua.
“Saya transfer uang ke nomor rekening pelaku sore sekitar pukul 17:30 WITA, hilangnya uang saya di rekening baru saya tau malamnya,” Ujarnya.
Setelah mengetahui uangnya hilang di dalam rekening akhirnya dia melaporkan kejadian ini ke kantor polisi.
Namun sampai saat ini NR mengaku belum dipanggil untuk kembali diminta keterangan terkait laporannya tersebut.
” Belum ada panggilan dari polisi terkait kasus saya, saya berharap agar kasus ini bisa segera diungkap,” Katanya.
Kasat reskrim polres Bulukumba IPTU Muh Ali melalui kasi humas AKP H Marala yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan dari NR warga kecamatan Gantarang dalam dugaan kasus penipuan melalui media sosial.
“Laporannya sudah masuk dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” singkat AKP H Marala Selasa 17 Juni 2025.
Sementara itu informasi yang dihimpun wartawan mengatakan kalau warga Bulukumba sudah menjadi langganan para pelaku penipuan lewat media sosial diantaranya motif Sobis.
Beberapa waktu lalu seorang warga juga menjadi korban penipuan Rp78 juta. Uang biaya pesta pernikahan hilang setelah digasak para pelaku penipuan dan sampai saat ini kasus tersebut belum juga terungkap.***






