RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Rahmat Arjuna, pesepakbola muda asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mendapat panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan (training camp/TC) Tim Nasional U-23 Indonesia.
Pemain berusia 21 tahun yang kini membela Bali United itu menjadi satu dari 30 nama yang dipanggil pelatih kepala Timnas U-23, Gerald Vanenburg, untuk menjalani TC yang berlangsung pada 20 Juni hingga 14 Juli 2025.
Pemanggilan Rahmat tak lepas dari performa gemilangnya sepanjang musim 2024/2025 di Liga 1 bersama Serdadu Tridatu—julukan Bali United. Ia tampil dalam 31 pertandingan, mencetak enam gol, dan menyumbang empat assist.
Tak hanya itu, Rahmat juga meraih sejumlah penghargaan individu, seperti pemain muda terbaik Bali United, gol terbaik klub, hingga beberapa kali masuk Best Eleven pekanan Liga 1. Ia bahkan masuk nominasi pemain muda terbaik musim lalu.
“Jika terpilih masuk skuad final, saya akan melakukan yang terbaik untuk Timnas dan semoga bisa membawa Indonesia juara,” ujar Rahmat Arjuna dilansir dari Tribun-Timur.com, Jumat (20/6/2025).
Ini bukan kali pertama Rahmat mendapat panggilan Timnas. Ia pernah dipanggil untuk ajang Piala AFF 2024 di era pelatih Shin Tae-yong, namun gagal bergabung karena cedera. Kini, ia bertekad memanfaatkan peluang sebaik mungkin.
“Saya sangat bangga dan bersemangat akhirnya bisa kembali mendapatkan panggilan Timnas,” ucapnya.
Selama menunggu agenda TC, Rahmat berlatih secara mandiri di kampung halamannya, Bulukumba. Ia juga bergabung dalam latihan tim Pra-Porprov Bulukumba dan Porprov Bantaeng untuk menjaga kebugaran.
Di Timnas U-23, Rahmat akan bersaing dengan sejumlah winger berbakat seperti Victor Dethan (PSM Makassar), Althaf Indie (Persis Solo), Hokky Caraka dan Dominikus Dion (PSS Sleman), Jens Raven (FC Dordrecht), serta Ahmad Wadil (Malut United).
“Kalau melihat pemain yang dipanggil di posisi saya, semuanya bagus. Tapi saya percaya pada kemampuan sendiri dan akan mencoba memberikan yang terbaik selama TC,” tegas Rahmat.
Pemain kelahiran 30 April 2004 itu mengaku performanya musim lalu dipengaruhi oleh dukungan orang tua, pelatih, dan rekan-rekan setimnya.
“Kuncinya ada di pelatih dan teman-teman saya di Bali United serta orang tua saya yang selalu memberi semangat, bahkan ketika saya gagal masuk Timnas sebelumnya. Itu yang memotivasi saya hingga bisa mendapat panggilan lagi,” tutup Rahmat. (**)






