Peredaran Narkoba di Bulukumba Kian Mengkhawatirkan, Hingga ke Pelosok Desa

Irwan Rubrik
IMG 20250620 WA0022
Narkoba jenis sabu yang diamankan petugas kepolisian dari Polres Bulukumba. (Rubrik.co.id)

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA — Peredaran narkotika di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, kian marak, bahkan telah menjangkau ke pelosok Desa.

 

 

Dampak dari maraknya peredaran narkoba tersebut, aksi pencurian kini semakin meresahkan masyarakat.

 

Oleh karena itu, pemerintah hingga keluarga harus total melindungi warganya agar tidak terjerumus ke dunia narkotika, sebab jika sudah terperosok akan sulit untuk keluar.

 

 

Di bulan Juni 2025, data yang berhasil dihimpun Rubrik.co.id, ada empat kasus narkoba, yang melibatkan warga Desa, di Bulukumba.

 

 

Pertama dalam operasi antik Lipu 2025 di dusun Lembang, Kecamatan Kajang, oknum Mahasiwa KR alis HE 24 tahun diamankan pihak kepolisian polres Bulukumba diduga transaksi edarkan narkoba jenis sabu Kamis malam 12 Juni 2025.

 

 

 

Selanjutnya, terjadi pada Kamis 12 Juni 2025, pukul 20.00 WITA di Desa Bontoraja, Kecamatan Gantarang. Seorang pria berinisial AR (25) ditangkap dan ditemukan membawa satu saset sabu.

 

 

 

 

Kemudian, pria berinisial SU (45) masih dari Kecamatan Kajang, warga dusun Jannaya, Desa Lembanna, Kecamatan Kajang, kabupaten Bulukumba Selasa 17 Juni 2025.

 

 

 

Penangkapan terbaru, warga Dapurua, Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba berinisial KSN dan PD ditangkap saat polisi melakukan penggerebekan, Kamis malam, 19 Juni 2025.

 

“Benar kami amankan satu orang warga desa Garutungan dengan barang bukti 2 saset diduga narkoba,” Kata Kasat narkoba polres Bulukumba AKP Akhmad Mudatsir, Jumat 20 Juni 2025.

 

Saat ini terduga pelaku diamankan di sel tahanan res narkoba polres Bulukumba untuk proses lebih lanjut. Terkait dengan barang bukti pihak kepolisian akan membawa urine dan barang bukti yang diduga narkoba ke laboratorium forensik (labfor) polda Sulawesi selatan untuk diperiksa.

 

” Belum kita tau apa yang bersangkutan pemakai atau pengedar, kita masih tunggu hasil labfor,” katanya. (***)