Wanita Tangguh Bontonyeleng Dibalik Aksi Pembersihan Bendungan Induk

Irwan Rubrik
Mia, sosok wanita tangguh asal Desa Bontonyeleng saat ikut kerja bakti di bendungan.
Ketfo: Nirma alias Mia Petani Perempuan tangguh dari desa Bontonyeleng saat ikut kerja bakti pengerukan bendungan induk

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Stigma yang menyatakan bahwa perempuan tak bisa menjadi petani itu salah kaprah. Kendati fisiknya tak sekuat pria, tapi banyak juga wanita yang sukses dari bertani. Dengan profesinya ini mereka bahkan menanggung beban ganda, yakni bekerja di lahan pertanian dan di rumah.

Begitulah beban yang mesti ditanggung petani wanita, seperti yang dilakoni Nirma (50) tahun. Wanita asal Dusun Topaleo, Desa Bontonyeleng , kecamatan Gantarang, Sulawesi Selatan ini memang lahir dan besar di tengah-tengah keluarga petani.

Selain sebagai petani perempuan , sosok Mia juga bekerja sebagai cleaning servis di kantor Desa Bontonyeleng sejak beberapa tahun lalu.

Dari pantauan wartawan di kegiatan kerja bakti di bendungan induk Bontonyeleng sosok perempuan tangguh Mia yang ikut membersihkan sedimentasi yang menutup pintu utama drainase induk menuju sawah miliknya.

Tanpa menggunakan alat bantu,Mia mengangkat batu berukuran kecil hingga besar dari dinginnya air sungai Bontonyeleng.

Bahkan bukan hanya batu saja, dia juga terlihat mengeruk tumpukan pasir yang menggunung yang menutupi aliran air ke pintu utama bendungan.

Peran Petani Perempuan dalam Ketahanan Pangan Desa

“Meski saya itu petani perempuan, saya yang terjun langsung, ikut menanam padi di sawah , hingga waktunya panen saya menikmatinya dengan ikhlas karena ada keluarga yang mau nafkahi,” kata Mia sapaan akrab Nirma diselah kerja Bakti di bendungan induk desa Bontonyeleng. Selasa 8 juli 2025.

Diakui Mia pekerjaan yang dilakoni sekarang adalah pekerjaan yang baginya berat dan keras, misalnya saat musim tanam tiba, penyiapan lahan, hingga proses pertumbuhan tanaman dia yang lakoni sendiri.

Menurutnya selain menguras tenaga dan biaya, menjadi petani juga berisiko gagal panen,seperti saat ini dengan kurangnya pasokan air dari bendungan induk ke irigasi sangat mengancam tanaman padi miliknya.

“Kalau bendungan induk Bontonyeleng tidak segera dibersihkan dari sedimentasi maka tanaman padi petani di dua desa terancam kekurangan air bahkan sampai gagal panen,” katanya.

Gerak cepat kepala desa Bontonyeleng untuk melakukan kerja bakti membersihkan sedimentasi yang menutup pintu air bagi dia adalah langkah yang tepat mengingat saat ini umur padi petani sudah mulai memasuki masa berbuah.

Kurangnya pasokan air ke tanaman padi petani bisa mengganggu proses pertumbuhan. Budaya gotong royong yang kembali hidup di desanya adalah hal sangat baik mengingat saat ini budaya itu telah terkikis oleh zaman.

Menghidupkan Budaya Gotong Royong di Desa Bontonyeleng

“Alhamdulillah pak kepala desa kembali menghidupkan budaya gotong royong untuk warga di desanya sehingga setiap pekerjaan berat bisa diselesaikan dengan mudah oleh warga,” kata Mia kepada rubrik.co.id.

Mie mengaku kalau bertani sudah menjadi hobi baginya selain membantu pekerjaan suami dari kecil dia di didik untuk bekerja keras oleh kedua orang tuanya.

“Kebetulan tadi tidak ada pekerjaan di kantor desa , suami saya ke sawah jadi saya yang gantikan beliau untuk ikut kerja bakti di bendungan induk,” Ujarnya.

Ketua perkumpulan petani pemakai air (P3A) Desa Bontonyeleng Jamaluddin mengatakan Mia kalau satu-satunya perempuan yang ikut bersama dalam kegiatan kerja bakti pembersihan sedimentasi di bendungan induk desa Bontonyeleng.

“Patut dijadikan teladan bagi para petani khususnya wanita lainya yang ada diluar sana,” kata Jama sapaan akrab Jamaluddin, Selasa 8 juli 2025.

Sementara itu kepala desa Bontonyeleng Andi Mauragawali mengatakan kalau ibu Mia adalah sosok wanita tangguh yang terjung bersama sang suami untuk bertani.

Pembuktian ketangguhan Mia terlihat dari semangatnya dalam bertani mulai dari proses penggarapan, hingga proses panen dia langsung terjung bersama suaminya.

Bahkan di sela-sela kesibukannya sebagai cleaning servis dia sempatkan datang kerja bakti di bendungan induk Bontonyeleng.***