RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Penyaluran bantuan beras pemerintah melalui Bulog ke semua desa di kabupaten Bulukumba sudah dilakukan, namun sejumlah temuan didapatkan ditengah masyarakat.
Beras bantuan desa Tamaona, kecamatan Kindang diduga ditemukan adanya beras berubah warna, berkutu dan sudah tidak layak konsumsi.
Hal ini memancing reaksi dari sejumlah pihak termasuk salah satu aktivis Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Suadi Bali.
Kepada rubrik.co.id Suandi Bali membenarkan adanya beras bantuan pemerintah dari bulog Bulukumba yang sudah berkutu, hal ini sangat di sayangkan seharusnya hal ini tidak terjadi.
“Bulog harus bertanggung jawab atas penyaluran beras yang dinilai jauh dari standar kelayakan, masa beras ada kutunya, harusnya yang baiklah karena mau dikomsumsi ini,” ujar Suandi.
Ia bahkan meminta agar pimpinan cabang Bulog Bulukumba dievaluasi atas kinerja dan pengawasannya yang dinilai lemah.
“Seharusnya Pinca Bulog Bulukumba lebih hati-hati dan mengawasi betul-betul beras yang disalurkan. Kejadian seperti ini tak boleh lagi ditemukan di lapangan,” tambahnya.
Suandi juga mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk turun tangan dan melakukan audit terhadap Bulog Bulukumba. Ia menilai kejadian ini sebagai bentuk kelalaian serius yang tak bisa ditoleransi.
Sementara itu kordinator kecamatan Kindang (Korcam) penyaluran beras bantuan wilayah Kindang Ilham mengatakan kalau sampai saat ini belum ada laporan terkait temuan beras yang berkutu.
” Belum ada laporan yang masuk ke saya terkait hal ini, saya berterima kasih atas informasinya,” kata Ilo sapaan akrab Ilham.
Menurut Ilo sampai saat ini belum juga ada laporan masuk dari kordes Tamaona terkait adanya dugaan beras berkutu.
Ilo menegaskan kalau memang ada temuan terkait beras berkutu harus dibuktikan dan dirinya siap untuk membawa beras tersebut ke Bulog untuk ditukar.
“Kalau memang ada temuan dan bisa dibuktikan saya berterima kasih karena itu tugas kami sebagai korcam bersama kordes untuk melaporkan hal ini ke bulog,” tegas Ilo
Ditambahkan Ilo mengatakan kalau saat ini dirinya masih mencari tau tentang adanya dugaan beras Bulog yang berkutu di desa Tamaona.
“Saya berharap informasi ini tidak ada tendensi didalamnya, kalau memang itu ada kami siap bertanggung jawab dan mengganti beras itu dengan beras baru melalui Bulog,” ucapnya.
Sementara itu kepala desa Tamaona Bustan yang dikonfirmasi wartawan membantah kalau ada beras berkutu yang ditemukan di penerima bantuan di wilayahnya.
“Tidak ada, semua beras yang diambil warga putih semua cuma banyak komplen maslaah ada barkodnya,” ujar Bustan.
Bahkan Bustan mengaku pihak bulog telah ada di desa tamaona untuk mengecak langsung adanya informasi beras berkutu.
Kades Tamaona mengaku pihaknya dan Bulog yang melakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya kutu maupun beras berwarna coklat.
“Selaku pemerintah desa saya meminta maaf atas adanya kegaduhan ini, kami akan tetap komitmen untuk melakukan pengawasan ketat penyaluran bantuan pemerintah,” tegas Bustan.
Sementara Pimpinan Cabang Perum Bulog Bulukumba , Farid Nur dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya informasi dugaan beras bantuan Bulog yang diterima warga di desa Tamaona berkutu.Dari laporan ini tim bergerak cepat kelapangan untuk melakukan kroscek.
“Tim dari Bulog bersama kepala desa Tamaona sudah melakukan pemeriksaan, namun tidak ditemukan adanya beras bekutu seperti informasi dan laporan,” tegas Farid Nur.
Farid menegaskan aturan internal setiap beras mau dikeluarkan akan diperiksa oleh petugas kualitas jika terdapat hama maka diatasi dengan pemberian obat untuk mematikan hama tersebut. Sehingga layak salur.***






