RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Tim dari dinas pertanian kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan turun langsung lahan persawahan petani yang ada di desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang yang diserang oleh penyakit, Minggu 9 Agustus 2025.
Analisis Pasar Hasil Pertanian (APHP) dinas pertanian kabupaten Bulukumba Andi Sri yang kepada wartawan kalau sejumlah tanaman padi petani yang ada di desa Bontonyeleng terkena penyakit blas.
Menurut Andi Sry Penyakit blas merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur pylicularia grisea.
Jamur ini dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi, mulai dari fase pembibitan sampai pada fase generatif. Tanaman yang terserang penyakit blas memiliki ciri bercak coklat berbentuk belah ketupat pada daun tanaman padi.
Penyakit blas leher dapat menurunkan hasil secara nyata karena menyebabkan leher malai mengalami busuk atau patah sehingga proses pengisian malai terganggu dan banyak terbentuk bulir padi hampa.
Dinas Pertanian Jelaskan Penyebab dan Dampak Penyakit Blas
Perkembangan parah penyakit blas pada tanaman padi dapat mencapai bagian gabah dan patogennya dapat terbawa gabah sebagai patogen tular benih.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit blas yaitu tanah, pengairan, kelembaban, suhu, pupuk dan ketahanan varietas.
Selain itu Andi Sri mengatakan untuk dilakukan pencegahan awal harusnya tanaman padi yang yang terserang penyakit seperti blas harus segera di cabut dan di bakar.
Ditambahkan Andi Sri mengatakan kalau harusnya dari awal sejak ditemukan adanya tanaman blas petani harus mencabut dan membakar, selain itu harus dikurangi penggunaan pupuk urea.
Bukan hanya itu kedepan petani menerapkan
jarak tanam padi, karena yang ditanam terlalu rapat akan mengurangi sirkulasi udara di antara tanaman sehingga menciptakan lingkungan yang lembab dan ideal bagi perkembangan jamur Pyricularia grisea. Jarak tanam yang cukup juga memungkinkan sinar matahari lebih mudah mencapai seluruh bagian tanaman sehingga dapat menghambat pertumbuhan jamur patogen.
Bukan hanya itu rotasi tanaman merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi populasi patogen di dalam tanah, termasuk jamur penyebab blas.
Bukan hanya itu pemupukan yang seimbang dan penggunaan urea yang tidak berlebihan dan saat selesai pengolahan tanah tidak harus langsung ditanami harus diperbaiki dulu.
“Kedepanya petani juga diharapkan bisa menggunakan pupuk organik, karena organik bisa mengembalikan kesuburan tanah,” ujarnya
Lanjut Andi Sri kalau kegagalan panen kemukinan tidak terjadi, namun untuk hasil produksi akan turun dengan melihat kondisi sebagian lahan pertanian milik warga di desa Bontonyeleng.
Upaya Pencegahan dan Antisipasi Penurunan Hasil Panen
Kepala desa Bontonyeleng Andi Mauragawali menyebut kalau panen kali ini kemukinan hasilnya akan menurun dari panen sebelumnya.
“Kalau gagal panen tidak, tapi hasilnya yang terancam akan menurun dari panen sebelumnya,” ujar Opu sapaan akrab Andi Mauragawali, Sabtu 9 Agustus 2025.
Ditambahkan Opu kalau saat ini sebagian lahan pertanian telah memulai panen dan ada beberapa yang mengaku hasilnya ada penurunan dari panen sebelumnya.
Adanya beberapa lahan persawahan yang padinya disebut diserang hama akan dikunjungi langsung oleh dinas pertanian bersama petani dan pemerintah desa.
Opu telah meminta agar semua kepala dusun di Desa Bontonyeleng untuk mendata semua tanaman padi petani yang terkena seragam hama dan akan dilihat langsung oleh tim dari dinas pertanian.
“Saya sudah sampaikan kepada seluruh kepala dusun besok pagi kumpul untuk turun bersama melihat tanaman padi petani yang sebut terkena seragam hama,” tegas Opu.
Mengenai adanya ancaman gagal panen di sejumlah lahan pertanian di desanya , Opu mengatakan itu tidak terjadi , hanya kemungkinan hasil panen petani akan menurun.
Sementara itu kepala dinas pertanian kabupaten Bulukumba Thaiyeb Maningkasi mengatakan kalau tim dari dinas pertanian bersama penyuluh turun untuk melibat langsung kondisi dilapangan atas adanya laporan dari petani yang lahannya diserang hama.
“Betul sudah ada tiga orang tadi dari dinas pertanian untuk melihat langsung sawah petani di Bontonyeleng yang terkena hama,” singkat Thaiyeb Maningkasi.***






