Terminal Induk Bulukumba Mati Suri, Terminal Bayangan Tumbuh Subur

Irwan Rubrik
kondisi Terminal Induk Bulukumba yang tampak sepi tanpa aktivitas angkot
Ketfo: Kondisi terminal induk Bulukukumba yang sepi aktivitas bongkar muat penumpang

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Bangunan Terminal induk kabupaten Bulukumba di jalan Samratulagi, kecamatan Ujung Bulu kian menjadi sorotan. Sebab aktivitas angkot sepi, hanya kios yang ramai.

Sejumlah warga bahkan menyebut kalau terminal induk kabupaten Bulukumba “Mati Suri” sangat sepi dari penumpang bahkan bongkar muat barang.

Dari informasi yang dihimpun wartawan mengatakan kalau sudah beberapa tahun lamanya terminal induk kebanggaan masyarakat Bulukumba sepi dari keramaian.

Hanya terlibat satu dua kendaraan yang keluar masuk terminal itupun hanya mobil pengangkut barang yang masuk untuk melakukan bongkar muatan di sejumlah toko yang ada di dalam kawasan terminal.

Mobil angkutan dari berbagai trayek baik dalam kota , antara desa maupun antar kabupaten dan provinsi hampir setiap hari tidak ada aktivitas bongkar muat penumpang.

Sepinya Aktivitas di Terminal Induk Bulukumba

Sepinya penumpang di terminal induk Bulukumba membuat sejumlah mobil angkutan yang bertahan beroperasi memilih untuk menunggu penumpang di luar kawasan terminal atau di terminal bayangan.

Angkatan antara kabupaten seperti Bulukumba- Makasar memilih menempati sejumlah terminal bayangan seperti di jalan Sultan Hasanuddin, Labuang Korong, kelurahan Bintarore, kecamatan Ujung Bulu.

Setiap hari terlihat puluhan mobil berplat hitam (ompreng) parkir di terminal bayangan di Bintarore untuk menunggu dan menurunkan penumpang.

Maraknya Terminal Bayangan dan Keluhan Penumpang

Mulyadi salah seorang penumpang trayek Bulukumba- Makasaar kepada rubrik.co.id mengaku kalau sudah tidak pernah lagi masuk terminal induk untuk mencari jasa mobil penumpang, dia mengaku memilih terminal bayangan untuk mencari mobil ke Makassar.

“Sudah beberapa tahun saya tidak ambil mobil tumpangan di dalam terminal induk , saya setiap mau ke Makassar saya mending ke Bintarore disana banyak mobil penumpang yang menunggu,” Kata Karyawan Swasta di Makassar ini.

Marni ibu rumah tangga asal kecamatan Rilau Ale mengatakan kalau kondisi terminal induk Bulukumba sudah sangat sepi bahkan hampir tidak ada aktivitas bongkar muat penumpang.

“Saya kalau pulang dari pasar menungg mobil di luar terminal selain cepat juga sudah tidak antri,” kata Marni.

Kondisi terminal sepi sudah berlangsung sejak beberapa tahun lamanya dan hal ini terjadi sampai saat ini.

Kepala dinas perhubungan kabupaten Bulukumba Andi Baso Bintang melalui kepala pelaksana tugas (UPT) terminal induk Bulukumba Hasyim membenarkan kondisi terminal yang saat ini sepi dari aktivitas bongkar muat penumpang.

Menurut Hasyim kondisi ini sudah berlangsung sangat lama, bukan tahun ini saja, dia mengatakan sepinya bongkar muat disebabkan berapa faktor.

”Sepi memang terminal, ini sudah berlangsung beberapa tahun terakhir, ini karena beberapa penyebab yang tidak bisa terhindarkan,” ujarnya belum lama ini.

Penyebab salah satunya karena sudah banyak warga yang memiliki kendaraan pribadi khususnya motor dan bahkan pengguna roda empat juga sudah memadati jalan-jalan di Bulukumba.

“Sekarang sangat kurang, bahkan sudah tidak ada lagi penumpang yang menunggu mobil angkot dan umum dalam terminal karena sudah banyak kendaraan pribadi warga,”ujar Hasyim.

Bukan hanya soal itu, sepinya penumpang dalam terminal juga disebabkan adanya terminal bayangan. Namun terkait soal itu dishub telah melakukan edukasi dan himbauan larangan terminal bayangan namun masih tetap saja ada.

” Seharusnya yang punya kewenangan ini dinas provinsi terutama mobil-mobil omprengan jurusan Bulukumba-Makasaar untuk dilakukan penindakan,” Ujarnya lagi.

Terkait soal penindakan terminal bayangan adalah tugas yang kepolisian dalam hal ini unit lalulintas.***