Cara Kadus Likukorong Rangkul Remaja Untuk Tidak Terjerumus di Pergaulan Bebas

Irwan Syah
remaja Likukorong berkumpul di pos ronda yang dilengkapi permainan
Ketfo : Remaja di dusun Likukorong saat berada di pos ronda pada malam hari bermain garambol

RURBIK.co.id, BULUKUMBA – Pemerintah dusun Likukorong, Desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang merangkul pemuda di wilayahnya induk terhindar dari pergaulan bebas terutama bahaya narkoba dengan cara membuatkan wadah permainan.

Saenal salah satu Kepala Rukun Tetangga (RT) di dusun Likukorong mengatakan kalau sejumlah wadah permainan mulai garanbol, sampai papan catur disiapkan kepala dusun di pos ronda untuk para warga dan pemuda yang tiap malam nongkrong.

“Kami bersama kadus, RT dan RW mengajak tiap malam pemuda nongkrong di pos ronda untuk bermain catur, garanbol sampai domino agar tidak terjerumus dipergaulan bebas khusunya anak remaja,” kata Saenal, Senin malam 25 Agutus 2025.

Menurut Saenal kebayakan remaja yang datang ke pos ronda untuk bermain sekaligus membantu warga untuk melakukan patroli malam di wilayah dusun Likukorong.

Wadah Permainan di Pos Ronda untuk Mengarahkan Remaja ke Kegiatan Positif

Selain menyiapkan wadah permainan , kepala desa Bontonyeleng Andi Mauragawali juga telah menyiapkan radio komunikasi yang di simpang di pos ronda untuk melaporkan situasi yang terjadi saat malam hari.

Aco remaja di dusun Likukorong mengatakan dengan adanya arena permainan yang disiapkan kepala dusun membuat dia dan teman-temannya yang selama ini banyak bergaul dan nongkrong di kota memilih untuk berkumpul di pos ronda.

“Saya sama teman-temanku dulu setiap malam sudah ada di kota nongkrong, tapi sejak ada pos ronda dibangun pemerintah dan ada arena bermain seperti papan garambol kami pilih nongkrong disana,” katanya.

Najamuddin salah seorang warga dusun Likukorong mengatakan dengan adanya para remaja yang nongkrong di pos ronda bisa mencegah pergaulan bebas apalagi saat ini banyak remaja yang terlibat narkoba.

“Alhamdulillah sejak ada pos ronda dibangun di dusun Likukorong, pemuda sudah jarang yang keluar malam keluyuran sampai di kota,” Tutup Najamuddin. ***