MUI Bulukumba Himbau Masyarakat Tetap Menjaga Kerukunan dan Persaudaraan 

Irwan Syah
Ketua MUI Bulukumba KH Tjamiruddin mengimbau masyarakat menjaga kerukunan
K.H. Tjamiruddin Ketua MUI Bulukumba

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Drs.KH. Tjamiruddin mengimbau masyarakat di wilayahnya tetap tenang, menjaga kedamaian, serta tidak mudah terprovokasi dalam menyikapi dinamika situasi nasional pasca peristiwa di jakarta dan sejumlah wilayah lainya di indonesia.

Imbauan MUI Bulukumba Terkait Situasi Nasional

Dalam menyikapi kehidupan berbangsa dan maraknya aksi demonstrasi yang terjadi akhir-akhir ini MUI kabupaten Bulukumba menyampaikan himbauan kepada seluruh ummat Islam dan masyarakat Indonesia , terkhusus masyarakat kabupaten Bulukumba untuk senantiasa menjaga kerukunan dan persaudaraan, menyalurkan aspirasi secara tertib dan damai, mengendalikan diri dan tidak terprovokasi,dan memperbanyak doa dan zikir untuk keselamatan bangsa dan negara.

Menyikapi adanya korban jiwa di Jakarta dan beberapa wikayah lainya Tjamiruddin mengatakan masyarakat hendaknya memercayakan sepenuhnya penyelesaian kasus yang menimbulkan korban jiwa tersebut kepada pihak berwenang agar dapat diproses secara adil sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Kita percayakan kepada pihak yang berwenang untuk menangani hal itu. Sementara, kita yang ada di Bulukumba tetap jaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi, dan menjaga kondusivitas,” kata Tjamiruddin melalui pesan banyak  berupa Pamflet di sejumlah media sosial, Minggu 31 Agustus 2025.

Pesan MUI untuk Penyampaian Aspirasi Secara Damai

Mengenai kemungkinan masih adanya unjuk rasa di sejumlah daerah termasuk Bulukumba 1 September 2025 , dia mengatakan jika masyarakat hendak menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa, diharapkan tetap dilakukan dengan tertib, damai, dan sesuai aturan, agar kondusivitas daerah tidak terganggu.

Menurut dia, menjaga ketenteraman wilayah merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diminta tetap mengedepankan persaudaraan serta rasa cinta terhadap daerah dengan menghindari tindakan anarkis yang dapat memicu kericuhan.

“Jangan mudah terprovokasi, jangan anarkis, Jangan sampai masyarakat ikut-ikutan dengan cara yang justru merugikan,” katanya.

Beliau mengajak semua pihak, khususnya masyarakat Kabupaten Bulukumba untuk tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah. Oleh karena itu, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa dalam menyejukkan suasana, sangat dibutuhkan agar situasi tidak semakin memanas dan tetap terkendali.***