Apakah PAM Swakarsa Akan Kembali Diaktifkan?

Irwan Syah
dokumentasi sejarah PAM Swakarsa tahun 1998

RUBRIK.co.id – Mabes TNI buka suara soal imbauan pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (PAM Swakarsa) yang disampaikan kepada ormas.

Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Freddy Ardianzah memaklumi adanya kekhawatiran masyarakat terkait istilah PAM Swakarsa.

Namun, kata dia, konteks PAM Swakarsa saat ini berbeda dengan masa lalu.

Ia menegaskan istilah PAM Swakarsa bukanlah organisasi seperti dulu, melainkan bentuk keterlibatan masyarakat secara sukarela dan sesuai aturan hukum yang berlaku.

TNI mendorong agar setiap kegiatan pengamanan, tetap berkoordinasi dengan aparat, agar berjalan tertib, tidak melanggar hukum.

Selain itu, kata dia, tujuannya harus jelas yaitu untuk menciptakan keamanan dan kedamaian di lingkungan masing-masing.

Sejarah Singkat PAM Swakarsa Tahun 1998

Pam Swakarsa adalah singkatan dari Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa, sebutan untuk kelompok sipil bersenjata tajam. Kelompok ini dibentuk oleh TNI untuk membendung aksi mahasiswa pada tahun 1998.

Dalam sejarah Indonesia tercatat bahwa Pam Swakarsa berkali-kali terlibat bentrokan dengan pengunjuk rasa yang menentang Sidang Istimewa MPR (SI MPR) tahun 1998.

Pam Swakarsa juga dinilai diskriminatif terhadap mahasiswa waktu itu. Sehingga masyarakat menjadi antipati pada kelompok Pam Swakarsa.

Bahkan sejak sebelum Sidang Istimewa MPR dimulai, bentrokan fisik antara masyarakat dengan anggota kelompok Pam Swakarsa pun sudah terjadi.

Dahulu, Pam Swakarsa tak hanya mengamankan gedung DPR/MPR Senayan. Tetapi juga mengirim pasukan dengan truk-truk ke lokasi yang dianggap potensial menjadi daerah demonstrasi dan orasi mahasiswa.

Misalnya seperti di Tugu Proklamasi atau Taman Ismail Marzuki. Di lingkungan Senayan, mereka menghalau para pejalan kaki dan pengendara motor yang lewat.

Kontroversi dan Kritik terhadap PAM Swakarsa

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengumpulkan data dan menyerahkan beberapa barang bukti yang diduga sebagai alat Pam Swakarsa untuk menghalau demonstrasi kepada polisi.

Barang buktinya berupa 40 bambu runcing dari kawasan Taman Ismail Marzuki. Sejumlah 132 bambu runcing dari Tugu Proklamasi. Ada juga sebuah pedang samurai, satu batang besi bengkok, empat ikat kepala, dan selembar sapu tangan.***