Operator SKCK Polres Bulukumba Dirawat Medis 

Irwan Syah
Petugas SKCK Polres Bulukumba mendapat perawatan medis
Ketfo :Aipda Arman operator SKCK Polres Bulukumba saat ditagani medis Dokpol usai drop saat bertugas

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Pelayanan dari lagi hingga malam hari oleh unit Intelkam polres Bulukumba dalam menerbitkan 4800 SKCK untuk PPPK membuat Aipda Arman Halim yang bertugas sebagai operator harus mendapat pertolongan medis usai drop saat melayani pemohon, Senin 15 September 2025.

Kasi Humas Polres Bulukumba AKP H Marala mengatakan kalau Aipda Arman setiap harinya bertugas sebagai operator SKCK mulai dari pagi hingga malam, sehingga kondisi fisik drop dan harus mendapatkan perawatan medis.

“Tadi drop , dia mengaku oleng dan pengelihatan sudah berkunang-kunang akhirnya dokter dari polres Bulukumba terpaksa harus merawat sementara yang bersangkutan,” kata AKP H Marala.

Ditambahkan H Marala Aipda Arman dirawat didalam ruangan SKCK dengan diberikan suntikan vitamin dan harus mendapatkan bantuan cairan infus.

Setelah mendapatkan perawatan medis yang bersangkutan meminta untuk kembali bekerja melayani pemohon SKCK yang masih antri.

“Alhamdulillah sudah kembali sehat walupun pulih sekali, tapi beliau meminta untuk kembali bekerja di meja operator,” kata H Marala.

Lonjakan Pemohon SKCK Capai Ribuan Orang

Polres Bulukumba mencatat telah menerbitkan kurang lebih 3 ribu Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi pemohon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu hingga Minggu, 14 September 2025.

Sejak diumumkannya nama-nama non-ASN yang bersyarat untuk diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, Mapolres Bulukumba langsung dipadati ribuan pemohon SKCK.

Lonjakan itu terjadi sejak masa pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) dibuka pada 9 September 2025.

Besarnya jumlah permohonan itu tidak terlepas dari kinerja personel Polres Bulukumba, khususnya di bagian pelayanan SKCK, yang bekerja penuh selama 24 jam sehari untuk melayani masyarakat.

Salah seorang pemohon, Muhammad Ilham, mengapresiasi kinerja aparat Polres Bulukumba. Menurutnya, meski antrean panjang membuat pemohon kelelahan, petugas tetap bekerja dengan profesional.

“Mungkin kita yang memohon SKCK juga lelah mengantre karena banyak sekali orang, tapi selelah-lelahnya kita, orang di Polres lebih lelah lagi karena harus melayani ribuan orang dalam satu hari,” ujarnya.

Pelayanan Tetap Berjalan Meski DRH Diperpanjang

Ilham juga berterima kasih kepada petugas yang tetap memberikan pelayanan meski di luar jam kerja.

“Tentu ini mesti kita apresiasi karena bapak-bapak polisi mau layani kita meskipun bukan hari kerja,” tukasnya.

Sementara itu, BKPSDM Bulukumba belum memiliki data terkait jumlah PPPK Paruh Waktu yang telah mengunggah berkasnya ke portal sscasn.bkn.go.id.

Diketahui, masa pengisian DRH PPPK Paruh Waktu telah diperpanjang hingga 22 September. Meski begitu, antrean pemohon SKCK di Polres Bulukumba masih terus memadati pelayanan.***