Sejumlah Petani Bulukumba Keluhkan Harga Gabah di Bawah HPP Rp6.500,00

Irwan Syah
Petani Bulukumba menunjukkan gabah yang dibeli di bawah HPP
Ketfo : Sejumlah petani di kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba menjemur gabah memilih menjemur gabah mereka , dikarenakan harga beli di bawah HPP

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Petani dua desa di kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba, Sulawasi Selatan mengeluhkan pembelian gabah hanya Rp 6.300 per kilogram atau dibawah harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram. Petani juga mengeluhkan adanya pemotongan beberapa kg dalam perkarungnya.

Keluhan Petani Terkait Harga dan Pemotongan Timbangan

Harga gabah kering itu Rp 6.300 per kilogram. Pedagang bilang nda bisa penuhi harga HPP yang Rp 6.500 per kilogram,” ujar Zul petani asal desa Dampang, kecamatan Gantarang Rabu  17 September 2025.

Alasan dari pedagang kata Zul , selalu sama yakni rendemen gabah, padahal saat ini bukan masuk musim hujan sudah mau masuk musim kemarau.

“Banyak sekali alasanya pedagang inilah, itulah di potong lagi beberapa kilogram dalam perkarung, sudah untung dua kali,” kesalnya.

“Semua petani di Bulukumba hampir  mengalami pemotongan. Itu 7 sampai 10 kilogram per karung,” bebernya.

Menurutnya, pemotongan timbangan sampai beberapa kilogram bukan hanya terjadi di desanya bahkan hampir semua desa di Gantarang sebelumnya juga mengalami hal yang sama.

Bukan hanya di desa Dampang, bahkan di desa Bontomacinna, Kecamatan Gantarang juga harga gabah dibeli dibawa dari HPP yang seharusnya Rp.6.500.00 dibeli dengan harga Rp6.300.00 perkilogram.

Menurut Zul semua petani yang ada di kabupaten Bulukumba sudah mengetahui kalau harga pemerintah adalah Rp6.500.00 perkilogram, namun kenyataannya dilapangan hanya dibawa harga tersebut.

Dia pun meminta Pemkab dan aparat membantu mengawasi pembelian gabah oleh pedagang. Hal ini untuk menjamin petani tidak dirugikan dengan pemotongan dan harga yang rendah.

“Ini tidak bisa selesai kalau bukan pemerintah dan kepolisian yang turun tangan. Pihak kepolisian lakukan sidak agar ada efek jera ke pedagang nakal termasuk mitra Bulog,” ujarnya.

Respons Bulog dan Dinas Pertanian

Wakil kepala Bulog kabupaten Bulukumba Norin Samma yang dikonfirmasi wartawan mengaku kaget dengan adanya informasi  terkait harga gabah petani di bawah HPP.

“Wah padahal sekarang harga rata-rata  pembelian mitra Bulog sudah di 6.800-7.000, bahkan banyak pedagang dari luar beli di atas itu,” ujarnya.

Norin mengaku akan turun melakukan kroscek di desa yang dilaporkan adanya pedagang yang membeli gabah di bawah harga yang telah ditentukan pemerintah.

Sementara itu kepala dinas pertanian kabupaten Bulukumba Thaiyeb Maningkasi yang dikonfirmasi wartawan belum menerima laporan adanya harga beli gabah petani di bawah HPP .

“Mau di cek dulu,  karena itu sudah masuk mekanisme pasar, ada di desa lain harga di atas HPP malahan,” ujarnya.

Dia berharap agar petani yang merasa gabahnya dibeli di bawah HPP bisa melaporkan langsung ke Bulog atau dinas pertanian kabupaten Bulukumba.***