Daerah  

Jawa Barat Siap Produksi Bensin Bobibos Usai Panen di Lembur Pakuan

Azka Fachri
KDM dan owner Bobibos
KDM dan owner Bobibos. Foto ist IG @bobibos

Rubrik.co.id – Jawa Barat resmi bersiap memproduksi bahan bakar nabati Bobibos setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), dan pihak Bobibos di Lembur Pakuan, Sabtu (15/11).

Kerja sama ini menandai langkah strategis dalam pemanfaatan limbah jerami untuk diolah menjadi bensin ramah lingkungan berkinerja tinggi.

Dalam keterangannya, KDM menegaskan bahwa produksi Bobibos akan dimulai dari Lembur Pakuan sebagai proyek percontohan.

Ia menyebutkan bahwa Jawa Barat memiliki potensi jerami yang sangat melimpah setiap musim panen.

Namun selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan bahkan kerap menjadi sumber polusi akibat pembakaran terbuka.

Lembur Pakuan Jadi Lokasi Produksi Perdana

KDM menyampaikan bahwa pihaknya telah menandatangani kerja sama resmi dengan Bobibos dan tengah menyiapkan dukungan anggaran untuk mendukung produksi.

“InsyaAllah minggu depan atau minggu ini panen di Lembur Pakuan. Kita akan siapkan biaya untuk produksi Bobibos,” ujarnya.

Bobibos sendiri merupakan inovasi bahan bakar nabati berbasis jerami dengan nilai oktan mendekati RON 98.

Selain ramah lingkungan, produk ini dinilai efisien, berbiaya produksi rendah, dan sangat potensial dikembangkan di tingkat desa melalui konsep produksi mandiri.

Melalui kerja sama ini, Jawa Barat diharapkan menjadi salah satu pionir provinsi penghasil biofuel modern berbasis limbah pertanian di Indonesia.

Jika tahap awal di Lembur Pakuan berjalan lancar, pemerintah provinsi membuka peluang ekspansi produksi ke berbagai wilayah lain yang memiliki sumber jerami melimpah.

KDM menegaskan bahwa perubahan pola pikir dalam mengelola sumber daya desa.

“Selama ini jerami hanya dibakar. Dengan Bobibos, jerami jadi bensin. Ini revolusi cara pandang,” katanya. ***