Rubrik.co.id – Sebuah insiden tragis terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ketika seorang pria yang diduga melakukan pemerkosaan dan penganiayaan terhadap perempuan disabilitas tewas setelah menjadi sasaran amuk massa.
Tidak hanya itu, warga sempat mengarak jasadnya keliling kampung menggunakan sepeda motor pada Kamis (4/12/2025), dan rekaman peristiwa tersebut cepat menyebar di media sosial.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pria berinisial AL (31), yang dikenal warga dengan nama Ali, menjadi target kemarahan masyarakat setelah diduga menganiaya dan memperkosa perempuan disabilitas berinisial T (37).
Kejadian ini berlangsung di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, pada Rabu (3/12/2025).
Ali kemudian diamankan warga pada pukul 15.30 WITA di Dusun Taipakodong, Desa Rappoala, setelah dilakukan pencarian intens selama beberapa hari.
Seorang warga, lewat akun Facebook @Akhdill membenarkan hal itu.
“AKHIRNYA…DiDapat sama Massa Yang sempat viral kemarin kasus pelecehan dan penganiayaan terhadap seorang wanita penyandang disabilitas di Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan… pelakunya yang selama beberapa hari ini menjadi buronan..akhirnya berhasil ditangkap oleh warga sekitar di Desa Rappoala, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (3/12/2025)
Viral. Andaikan hukuman Indonesia lebih tegas tidak akan terjadi seperti ini.” tulisnya.
Sasaran Amuk Massa
Tak lama setelah ditangkap, Ali menjadi sasaran amuk massa hingga meninggal dunia. Aksi warga yang kemudian membawa jasadnya berkeliling kampung pun viral dan memicu banyak reaksi publik.
Kanit Resmob Polres Gowa, Ipda Andi Alfian, saat dikonfirmasi, membenarkan insiden tersebut.
“Benar kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Tompobulu dan akses menuju lokasi memang cukup jauh,” ujarnya dikutip dari Kompas.com.
Untuk meredam situasi yang sempat memanas, ratusan aparat gabungan diturunkan ke lokasi.
Sementara itu, korban T yang mengalami luka-luka akibat penganiayaan telah mendapat penanganan medis dan kini dirawat di RSUD Syech Yusuf.
Jasad Ali kemudian dievakuasi petugas untuk proses penanganan lebih lanjut.
Kasus ini kembali memicu perdebatan publik mengenai penegakan hukum, keamanan warga, serta potensi bahaya main hakim sendiri yang berujung pada hilangnya nyawa. ***






