RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Musim panen padi di di kabupaten Bulukumba masih berlanjut ini menjadi berkah tersendiri bagi Jabar (20) dan teman-temannya meraup untung dengan mengangkut gabah petani dengan motor ojek gabah. Kendati pekerjaan jadi tukang ojek gabah berat, namun tidak menyurutkan niatnya untuk berpuasa.
Sepeda motor dimodifikasi sedemikian rupa seperti layaknya motor trail untuk mengangkut gabah milik petani yang ada di desanya saat musim panen seperti saat ini.
Jabar (mmengaku sejak pertama musim panen padi di desanya di Pallambarae kecamatan a Gantarang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan dia menawarkan jasa transportasinya di desanya. Keuntungan besar pun didapatkannya bersama dengan teman-temanya.
Petani padi yang akan menggunakan jasa Jabar dan teman-temannya harus merogoh yang lumayan besar untuk mengangkut gabah hasil panen petani dari sawah kerumah para petani atau ke jalan-jalan raya untuk kemudian diangkut oleh mobil-mobil milik pedagang gabah.
Mengenai tarif menyesuaikan dengan jarak tempuh dan medan yang dilalui motor ojek gabah.
“Masalah tarif kita sesuaikan dengan jarak sawah dan rumah atau jalan raya, terkadang ada sampai 25 Ribu bahkan lebih percaya satu karung gabah,” Kata Jabar Pemuda asal dusun Bacari desa Pallambarae kepada Rubrik.co.id Selasa sore 5 Mei 2020.
Menurut Jabar terkadang dirinya bersama dengan teman-temannya sesama ojek gabah biasa kerja sampai jam 12:00 malam bahkan sampai dini hari untuk mengangkut gabah petani yang jumlahnya bisa mencapai ratusan karung.
Mengenai pendapatan dari hasil ojek gabah, Jabar mengaku bisa mendapatkan penghasilan setiap harinya bisa mencapai ratusan ribu tergantung dari banyaknya gabah yang diangkut menggunakan jasa ojek gabah miliknya dan teman-temannya.
” Kalau pendapatan tidak menentu tergantung banyak tidaknya gabah yang kita bisa angkut,” Ujarnya.
Kendati bulan Ramadhan namun dirinya tetap melaksanakan puasa seperti biasanya, bahkan dirinya merasa tidak merasaka waktu masuk jam buka puasa saat bekerja.
” Alhamdulillah kalau puasa saya dan teman-teman tetap puasa seperti biasanya, bahkan kami jadikan pekerjaan ojek gabah ini menjadi ngabuburit disawah menunggu waktu berbuka puasa,” tutup Jabar. (**)






