RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Hampir tak terhitung berapa kali pemerintah maupun pemuka agama memberi imbauan agar warga mengurangi ragam aktivitas luar rumah. Terlebih kini jumlah corona terus meningkat dan mencapai angka 6 orang pasien yang telah divonis positif covid-19 (Corona) di kabupaten Bulukumba.
Bahkan pemerintah sudah menyebut Bulukumba sebagai daerah waspada penularan lokal Covid 19. Namun nyatanya masih banyak warga yang tak patuh.
Siang sampai malam usai berbuka puasa jalanan diBulukumba terlihat kerumunan warga, mulai dari jalan Samratulangi (jalur dua) menuju jalan Lanto Daeng Pasewang kecamatan Ujung Bulu Warga masih ramai hilir mudik. Mulai dari para penjual jajanan hingga mereka yang berbelanja di toko-toko pakaian sepanjang jalan tersebut Jumat 15 Mei 2020.
Dari pantauan Rubrik.co.id Jumat siang mengatakan kalau kerumunan warga terlihat di hampir disepanjang jalan Samratulangi dan jalan Lanto Daeng pasewang, warga terlihat memadati toko-toko pakaian tampa memperdulikan himbauan warga untuk tetap mengedepankan physical dan social distancing dan menggunakan masker.
Sebelunya Bupati Bulukumba AM.Sukri Sappewali mengatakan, pemerintah sudah melakukan imbauan. Kepada pengusaha terkait protokol pencegahan Covid-19 selama Ramadan ini untuk melakukan pembatasan jam operasional yakni sampai jam 21:00 Wita.
”Kita minta untuk tidak melayani makan ataupun minum di tempat seperti warkop, cafe dan sebagainya . Apapun alasannya,” kata Andi Sukri Sappewali.
Imbauan tersebut ditujukan kepada pelaku usaha yang menjual makanan dan minuman. Seperti warung kopi (Warkop) , cafe dan restoran cepat saji, termasuk toko-toko yang menjual sembako maupun yang lainya, supaya bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus Korona.
Imbauan dari pemerintah, mengenai physical dan social distancing, bukan untuk pemkab.Tapi demi kebaikan dan kesehatan warga Bulukumba. Kondisi yang terjadi saat adanya kerumunan warga tentu sangat disayangkan. Mereka yang mengabaikan imbauan pemerintah membuka peluang terjadinya penularan Covid-19 secara masif.(**)






