RUBRIK.co.id,MAKASSAR – Sudah enam bulan ini pandemi virus corona menyerang Indonesia yang membuat sebagian perekonomian menjadi lumpuh, serta adanya perubahan aktivitas. Selain itu kegiatan menjadi lebih banyak dilakukan di dalam rumah.
Hal ini kemudian tidak hanya berdampak pada penjualan kendaraan mobil baru atau bekas yang kemudian mengalami penurunan konsumen. Penyedia peminjaman mobil atau rental mobil pun turut menjadi industri yang terdampak akibat pandemi virus corona.
“Sudah hampir enam bulan kami kurang orderan dari komsumen, sehinggga dampaknya terasa sekali bagi saya selaku pengusaha travel dan rental mobil di Makassar,” Kata Ilyas direktur CV.Mamminsata& Travel kepada Rubrik.co.id
Dampak yang lebih terasa, setelah adanya imbauan dari pemerintah yang menganjurkan untuk melakukan Pembatasan Sosial guna mengurangi penyebaran virus corona. Mobil-mobil yang biasa beraktivitas kini lebih banyak berada di garasi.
“Terlebih ada anjuran untuk kurangi aktivitas luar rumah dan juga orang lebih banyak melakukan kegiatan di dalam rumah, ya udah pasti kita nggak ada konsumen,” kata dia.
Meski usaha miliknya sudah tergolong besar terlalu besar, yakni dengan menyediakan rental mobil mewah seperti Toyota Alfard, Fortuner, Kijang Innova dan beberapa jenis merek mobil lainya. Ilyas mengaku akan lebih teliti jika ada konsumen yang ingin melakukan penyewaan mobil karena maraknya kejahatan pada kondisi seperti saat ini
“Kondisi begini tamu juga ga ada, kita juga harus hati-hati karena banyak kejahatan dan risiko wabah virus. Jadi kita harus lebih teliti kalau nerima tamu,” jelas dia.
“Kalau kami dibilang kena dampak ya pasti ya, cuma lebih ke pembayaran kita yang jadi pending semua. Kalau batal kita tidak ada, karena kita memang menyasar lebih ke perusahaan dan instansi pemerintah jadi itu udah kontrak sebelumnya,” ungkapnya.
Ditambahkan Ilyas perusahaan miliknya CV.Mamminsata& Travel yang memiliki puluhan kendaraan mengaku saat ini banyak permasalahan dalam menagih biaya penyewaan kendaraan dari berbagai pihak yang menyewa yang sampai saat ini belum melunasi biaya jasa rental mobil miliknya.
Meski demikian, Ilyas tidak berniat untuk merumahkan atau memutus hubungan kerja dengan karyawannya yang berjumlah puluhan orang dan bertugas sebagai sopir mobil rental miliknya.
“Mereka ini kan bisa dibilang harus memberi makan paling tidak tiga orang yaitu keluarganya, kalo satu kita tidak kasih makan (yaitu sopir), otomatis keluarga mereka juga terkena dampak,” terang dia.
“Mereka juga loyal terhadap perusahaan, jadi konsekuensi juga akan lebih berat dari itu kalau sampe kita putus apalagi saat ini masih pandemi covid-19,” Tutup Ilyas. (**)
Komentar