RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari partai Gerindra , kini sedang berhadapan dengan masalah hukum. Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev), yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bulukumba, berujung laporan kepolisian.
Hal tersebut dipicu oleh insiden antara Muhammad Bakti dengan salah satu anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Andi Awal Rahmat Nurhadi.
Insiden itu bermula ketika Awal, yang juga Kabid Aset Pemkab Bulukumba ini, menghampiri Bakti saat rapat sementara diskorsing.
“Saya ini kan memimpin rapat evaluasi. Saya bahas Dinkes dan Rumah Sakit. Di Dinas Kesehatan itu pendapatannya Rp16 juta, yang disetor itu kapus hanya Rp1 juta lebih. Saya tanya dimana itu uangnya. Itu pemeriksaan pertama,” kata Bakti menjelaskan kronologis awal kejadian.
Pada pemeriksaan haji untuk yang kedua, pendapatan Dinkes Bulukumba sebesar Rp86 juta, dan uang yang ada hanya sebesar Rp5 juta.
“Saya tanya kemana uangnya? Kalau begini pencurian ini. Ini uang setor dulu ke kas daerah atau ke kas dinas kesehatan. Ini kalau begini caramu, korupsiko ini, dan tidak ada yang protes,” jelas Bakti.
Setelah menanyakan ‘hilangnya’ uang negara tersebut, dan tak mendapat titik temu, Bakti kemudian menskorsing rapat.
Setelah itu datanglah Awal Nurhadi menghampiri bakti dari arah belakang dan memegang pundak Bakti. Saat itu, Bakti masih sementara duduk di kursi pimpinan.
Karena di saat yang bersamaan, Bakti juga sementara mendengar penjelasan Kepala Bidang Anggaran Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Bulukumba Andi Irma Damayanti.
“Kenapaki bilangi itu TAPD pencuri (kata Awal). saya tidak tahu dia Awal karena pakai topi. Jadi saya bilangi, siapa kau?,” jelas Bakti.
“Dia langsung ambilkanka stang (kuda-kuda). Jadi saya langsung tarik kerah bajunya karena siapa tahu langsung dia dahului saya. Karena kalau begitu caranya, saya diintimidasi,” tambahnya.
Bakti mengaku heran, pasalnya Awal seakan-akan tak menerima pernyataan Bakti yang menanyakan kemana uang milik daerah tersebut berada.
Terkait laporan kepolisian, Bakti mengaku tak ingin berkomentar banyak. Ia menganggap sepenuhnya menjadi hak Awal.
“Saya mau menangis tadi dengar itu puskesmas. Anggaran Rp17 miliar hanya sampai kurang lebih Rp10 miliar yang sampai. Belum lagi anggaran non kapitasi, jampersal juga,” jelasnya.
“Semestinya dia tidak punya hak untuk mengganggu kami, karena kami evaluasi anggarannya. Jujur saya terganggu. Ada apa ini,” tanya Bakti.
Sementara itu, usai melapor di polisi. Awal menceritakan, saat rapat sementara berlangsung, Muhammad Bakti menyebut Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) sebagai pencuri.
Dan menurut Awal selaku anggota TAPD, pernyataan yang disampaikan oleh Muhammad Bakti tersebut tidaklah etis.
Olehnya, saat rapat di scorsing, Awal menghampiri Bakti di atas meja pimpinan rapat. Karena rapat tersebut dipimpin oleh Bakti selaku Ketua Komisi D DPRD Bulukumba.
“Hal itu yang membuat kami resah selaku TAPD. Dan saat rapat di skorsinh, sekitar Pukul 12.00 lewat saya ke meja pimpinan untuk klarifikasi secara baik-baik,” jelasnya.
“Saya tanya, kenapa kita bilang TAPD pencuri. Rupanya, pertanyaan saya itu tidak ditanggapi dengan baik. Dia bilang kenapa kau ancam-ancam saya. Padahal saya tidak mengacam sama sekali,” tambahnya.
Setelah itu, Bakti kemudian sontak berdiri dan menarik kerah baju yang dikenakan oleh Awal.
Akibatnya, leher Awal terluka diduga akibat terkena kuku tangan Bakti. (**)






