Jelang Pilkada 2020 , Bulukumba Masuk Zona Merah Covid-19

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan yang tahun ini menggelar Pilkada, kembali dilaporkan menyandang status zona merah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Sebelumnya Bulukumba telah masuk ke zona kuning, bahkan sempat dengan status zero positif atau nol kasus di mana semua pasien dinyatakan sembuh beberapa hari.

Jubir Penanganan Covid-19 Kabupaten Bulukumba HM Daud Kahal membenarkan status zona merah tersebut. Menurutnya status tersebut berdasarkan pemetaan zonasi oleh Gugus Tugas Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain Bulukumba, status zona merah juga dipetakan untuk wilayah Luwu Timur, Makassar, Gowa dan Kota Makassar.

“Saat ini status Kabupaten Bulukumba kembali masuk Zona Merah setelah sebelumnya berada di Zona Kuning,” papar Daud kahal.

Pihaknya pun meminta agar semua tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan. “Jadi kami tetap senantiasa menghimbau untuk tetap waspada dengan cara disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk keselamatan kita bersama,” ujarnya.

Daud Kahal juga memaparkan perkembangan terkini situasi kasus positif Covid-19 Bulukumbayang kembali bertambah.

Berdasarkan laporan hasil Swab per 10 September 2020 terdapat tambahan 4 kasus positif.

Namun juga ada tambahan 1 pasien positif yang sudah dinyatakan sembuh yakni nomor register 248, Perempuan 52 tahun alamat Palampang Kecamatan Rilau Ale.

Tambahan terkonfirmasi positif Covid-19 itu adalah pasien nomor register 250 Laki-laki 13 tahun berasal dari Keluruhan Bintarore Kecamatan Ujung Bulu.

Pasien ini adalah kontak erat dari pasien 247 dari kelurahan yang sama. Berikutnya pasien 251 Laki-laki 76 tahun dari Desa Seppang Kecamatan Ujungloe.

Pasien 252 Perempuan 53 tahun alamat Bentenge Kecamatan Ujungbulu dan Pasien 253 Laki-laki 60 tahun alamat Ela-Ela Kecamatan Ujung Bulu. Ketiga pasien ini sebelumnya berasal dari kasus Suspek yang hasil Swabnya positif.

Dengan tambahan empat kasus positif ini, maka jumlah kasus terkonfirmasi positif Bulukumba sebanyak 253 orang. Jumlah pasien positif yang sembuh sebanyak 241 orang, pasien positif meninggal 5 orang, dan 3 orang masih dirawat dan 4 orang isolasi mandiri.(**)