RUBRIK.co.id- Menanam porang mengubah nasib mantan pemulung, Paidi, menjadi seorang miliarder. Dari 1 hektare lahan porang saja, ia meraup untung Rp 700 juta per dua tahun.
Atas keberhasilannya membudidayakan porang, banyak petani yang menimba ilmu kepadanya. Hingga saat ini ia sudah mempunyai ribuan petani binaan.
Kepada para petani, Paidi menerangkan 1 hektare lahan bisa ditanami 40 ribu bibit porang. Petani membutuhkan modal sekitar Rp 100 juta untuk membeli bibit dan biaya pemupukan hingga perawatan.
Modal tersebut dinilai cukup hingga waktunya panen dua tahun kemudian. “Dalam hitungan manajemen kita, untuk lahan 1 hektare jika ditanami porang semuanya, dalam kurun dua musim dengan biaya Rp 100 juta. Itu meliputi biaya perawatan dan pemupukan hingga panen,” ujar Paidi kepada detikcom di rumahnya, Selasa (4/2/2020).
Menurutnya, dengan modal Rp 100 juta, petani bisa mendapat omzet Rp 800 juta atau keuntungan Rp 700 juta.
“Ini hitungan kita, sekitar dua tahun, bisa mendapatkan Rp 800 juta itu kalau tanam 40 ribu bibit,” imbuhnya.
Dengan perusahaan yang dirikan, PT Paidi Indo Porang, ia mengajak para petani yang bekerja sama. Ia menyiapkan bibit untuk para petani dan menampung hasil panennya.
Namun petani yang bisa menjadi mitra PT Paidi minimal menanam porang di lahan 1 hektare. Selain menyiapkan bibit, Paidi juga menjual produk olahan berbahan Porang. Di antaranya beras untuk olahan berbahan Porang. Di antaranya beras untuk dikonsumsi orang diet serta bihun.(int)
Komentar