RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Kasus yang menimpa salah seorang oknum anggota polisi di Mapolres Bulukumba mencoreng nama baik institusi kepolisian dengan dugaan menerima sejumlah uang dari keluarga tersangka narkoba.
Dilansir dari sejumlah media , Susnawati istri dari Irfan pelaku kasus narkoba itu mengatakan pihaknya telah memberi uang Kepada Brigpol A secara beransur sebanyak Rp.125 juta untuk meringankan kasus suaminya.
Hal demikian membuat Ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Bulukumb angkat bicara Jumat 16 Februari 2022 lalu.
Wahyudi ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kabupaten Bulukumba menekankan agar Kapolres Bulukumba melakukan evaluasi kepada seluruh jajarannya, dirinya juga mengatakan bahwa Kapolres bulukumba telah gagal dalam mengontrol kinerja anggotanya.
“Dari kasus Brigpol A tersebut adalah gambaran kegagalan dan kelalaian bapak Kapolres Bulukumba”,Ungkap dia.
Pasalnya, Menurut Wahyudi hal demikian tidak terjadi jika Kapolres bulukumba tegas dalam memberi instruksi pada seluruh jajaran wilayah kerja kepolisian resort bulukumba serta mampu menguatkan mental kepolisian kepada seluruh anggotanya.
Ketua cabang PMII Bulukumba itu menyayangkan kejadian tersebut namun disisi lain dirinya juga mengapresiasi sikap Profam Polda Sul-sel yang cepat mengambil tindakan.
“Kami secara kelembagaan PMII akan mengawal perkembangan kasus tersebut, dan berharap ketegasan penegak hukum untuk memberi sanksi sesuai yang diatur dalam perundang-undangan”, Kata dia.
Sikap tegas juga keluar dari mulut Sulham, Sekretaris PMII Bulukumba itu mengancam akan melakukan unjuk rasa didepan kantor Mapolres Bulukumba jika para pelaku kasus tersebut tidak diusut secepatnya sesuai mekanisme perundang-undangan. Kata Sulham PMII akan melakukan koordinasi secara kelembagaan kepada seluruh pengurus PMII se Sul-sel untuk memastikan kasus tersebut diselesaikan secara taat.
“Jangan ada yang coba main-main dalam kasus ini”, Tegasnya.
Tak hanya itu, Sulham juga mengatakan bahwa kasus Brigpol A tersebut adalah sample, dirinya menduga kuat bahwa masih banyak kasus-kasus pemerasan dan suap yang terjadi diwilayah Mapolres Bulukumba namun tak sempat terpublikasi.
“Brigpol A ini adalah contoh kecil yang kebetulan terpublis, dari beberapa aduan masyarakat kami menduga kuat bahwa dalam institusi kepolisian resort bulukumba itu marak terjadi pemerasan hanya saja tidak sempat dipublikasikan”, Tutup dia.(**)






