Ketfo RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Beredar video seorang pemuda yang diduga masuk mengamuk sambil membawa sebilah badik yang terhunus ditangannya.
Dalam video tersebut pemuda tersebut mengamuk di jalan poros Bulukumba-Sinjai tepatnya di dusun Bacari, Desa Palambarae, kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba.
Bahkan menurut informasi dari warga sekitar lokasi kejadian kalau pemuda tersebut mengamuk dan menahan setiap kendaraan yang melintas di jalan tersebut.
Anddan 25 saksi mata mengatakan kalau pemuda tersebut awalnya mengendarai sepeda motor dari arah Desa Bontonyeleng menuju kota Bulukumba , namun tiba-tiba berhenti didepan salah satu rumah warga di dusun Bacari, desa Palambarae dan mengeluarkan sebilah badik dari pinggangnya kemudian mencegat semua kendaraan yang melintas.
Menurut Anddan kalau kejadian tersebut terjadi Senin dini hari sekitar pukul 01:00 Wita di jalan poros desa Palambarae.
Bahkan Anddan mengaku kalau sejumlah kendaraan yang melintas sempat dirusaki pelaku , bahkan beberapa pengendara sepeda motor yang melintas juga dicegat pelaku dan dipaksa meninggalkan sepeda motornya.
Aksi pelaku bersama dengan lima orang rekanya baru berhenti usai puluhan warga setempat datang dengan menggunakan batu dan kayu balok mehampiri pelaku dan rekanya.
” Sempat ada perlawanan saat itu dari pelaku dan rekanya, namun karena kalah jumlah pelaku berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor,” kata Anddan.
Sementara itu warga sekitar lainya mengaku kalau para pelaku mengamuk menggunakan senjata tajam jenis badik karena dalam kondisi mabuk.
” Kalau saya lihat mereka mabuk pak, baru pulang dari minum ballo di sekitar desa Bontonyeleng,” kata salah warga lainya yang enggan disebut namanya.
Warga berharap agar pihak kepolisian melakukan patroli di sekitar desa yang kerap dijadikan sebagai tempat transaksi minuman keras.
” Setiap sore pasti banyak lalu-lalang motor membonceng karung berisi ballo menuju kota Bulukumba,” katanya.
Warga berharap agar para pelaku yang kedapatan menbawah minuman keras jenis ballo bisa ditindak tegas agar peredaran miras bisa ditekan. (**)






