Daerah  

Sapi Masih Berkeliaran di Bulukumba Kota Pemburu Adipura 

Rubrik Redaksi
IMG 20220615 37368
Ketfo : Beberapa ekor sapi yang masuk ke pekarangan rumah warga di kota Bulukumba

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Kabupaten Bulukumba yang baru-baru mendapatkan piala Adipura ternyata tidak berdampak terhadap tatanan kota yang baik dan tertib.

Betapa tidak Kabupaten yang digelari Bumi Panrita Lopi ini, masih sering mendapatkan. Sapi warga yang berkeliaran ditengah kota dan pinggir jalan bahkan masuk di dalam pekarangan rumah warga.

Salah seorang warga jalan Melati, Kelurahan Caile, kecamatan Ujung Bulu yang enggan disebut namanya mengatakan kalau sapi bahkan sudah masuk kedalam pekarangan rumahnya.

“Ternak liar sangat menganggu pak, bahkan sudah masuk ke dalam pekarangan rumah saya,” ujarnya .

Menuru IRT ini kalau bukan sekali saja ternak masuk didalam pekarangan rumahnya bahkan ini terjadi hampir tiap hari.

” Saya berharap agar dinas terkait yang menangani masalah ternak bisa segera menertibkan semua ternak yang berkeliaran dan memberikan sanksi tegas terhadap para pemiliknya.

Sementara itu Usman 39 warga kecamatan Ujung Bulu mengaku sudah menjadi korban kecelakaan lalulintas di jalan Teratai kelurahan Caile karena menabrak sapi yang berkeliaran di jalan.

” Kayanya pak Satpol PP terkesan hanya melihat-lihat saja banyak sapi berkeliaran tapi tidak berani menertibkan,” kata Usman.

Ditambahkan Usman kalau dirinya pesimis kabupaten Bulukumba akan mendapatkan kembali penghargaan Adipura untuk kesekian kalinya bukan hanya masalah sampah tapi masih banyaknya ternak liar dalam kota.

“Saya sebagai warga Bulukumba tidak yakin kalau kita bisa dapat lagi adipura dengan kondisi seperti ini,” ujarnya.

Sebelumnya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, Juandy Tandean, kembali bereaksi keras dengan masih maraknya ternak sapi yang berkeliaran di jalan-jalan Kota Bulukumba.

Bahkan dengan tegas JT nama sapaan akrab Juandy Tandean menilai kalau Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tak bisa mengatasi ternak liar.

“Masa Satpol PP mau kalah sama sapi, masih bebas berkeliaran, pun ada yang ditertibkan, eh tidak lama ada lagi, jangan sampai Satpol ini tidak tegas memberikan sanksi,”terang Juandy beberapa waktu lalu kepada wartawan.

Dari pantauan JT menyebut jumlah ternak yang berkeliaran semakin bertambah. Kondisi itupun, diakui sangat meresahkan belum lagi saat ini Pemkab sedang gencar-gancarnya melakukan pembenahan menghadapi penilaian Adipura.

“Saya kira ada hubungannya, ada efek domino yang ditimbulkan, jika sapi ini dibiarkan berkeliaran selain membahayakan pengendara juga merusak estetika, “tambahnya.(**)