RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Tim Satgas Disdikbud telah kunjungan ke lokasi SD Negeri 205 Bontosunggu pada Kamis 8 Juni 2023 lalu .
Hal ini diungkapkan kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Bulukumba Andi Buyung Sabtu 10 Juni 2023.
Menurut Andi Buyung tm satgas bertemu Kepala Sekolah, Guru diduga pelaku, peserta didik diduga korban dan 3 orang peserta didik sebagai saksi.
Dari pertemuan tersebut menjelaskan kejadian berawal pada hari Rabu, 7 Juni 2023 lalu di kelas 2 SD Negeri 205 Bontosunggu di waktu istirahat pertama, peserta didik agak ribut karena diduga bermain terlalu keras sehingga salah seorang peserta didik bernama Hafiz (diduga korban) terjatuh dan tertindis oleh peserta didik lainnya.
Oleh guru Saifuddin (diduga pelaku) mencoba mengambil Hafiz dari kerumunan peserta didik tersebut dan dibawa masuk kelas 2,
Setelah dinasehati, guru Saifuddin kembali ke kelas binaannya. Tidak berselang lama peserta didik bernama Kila melaporkan kepada guru Saifuddin bahwa ada 3 (tiga) orang peserta didik bernama Alif, Dirga dan Ikram diganggu oleh Hafiz.
Karena Guru Kelas 2 berada di ruang guru pada saat itu, maka spontan guru Saifuddin berinisiatif masuk kelas 2 untuk menasehati Hafiz dan selanjutnya guru Saifuddin mengevakuasi Hafiz ke ruang guru dengan cara tangan kiri mencengkram bagian perut dan tangan kanan mengangkat bagian pantat.
Dalam proses evakuasi tersebut patut diduga cengkeraman tangan guru Saifuddin yang keras menyebabkan memar pada bagian perut karena peserta didik Hafiz meronta-ronta.
Proses evakuasi sebagaimana tersebut dibenarkan oleh pihak peserta didik Hafiz dan 3 orang peserta didik lainnya yang jadi saksi.
Tiba di ruang guru peserta didik Hafiz kembali dinasehati dan diwawancarai oleh guru Saifuddin tentang masalah yang terjadi pada saat bermain dan disaksikan oleh pelaksana tugas kepala sekolah, Najamuddin
Sampai waktu pulang sekolah, peserta didik Hafiz ditawari oleh PLT kepala sekolah untuk diantar pulang ke rumahnya tapi oleh peserta didik Hafiz tidak dihiraukan dan langsung pulang sambil menangis.
PLT kepala sekolah dicoba berkomunikasi dengan pihak orang tua peserta didik tapi tidak dicapai kesepakatan dan kesepahaman sampai terbitnya laporan polisi.
Setelah dilakukan wawancara dengan 6 (enam) orang responden dapat dibantah bahwa berita online tentang dugaan ” Penyekapan dan Pemukulan kepada peserta didik Hafiz tidak sesuai dengan fakta yaitu bahwa memar pada tubuh peserta didik Hafiz diduga disebabkan oleh cengkeraman tangan kiri guru Saifuddin pada saat mengevakuasi badan Hafiz dari ruang kelas 2 ke ruang guru yang berjarak sekitar 10 meter.
Saat diwawancarai kedua kalinya diduga guru Saifuddin mencubit 1 (satu) kali ke bagian perut peserta didik Hafiz sehingga menimbulkan memar berwarna kemerahan.
Dari hasil introgasi ini Tim Satgas mendorong Plt. Kepala SD Negeri 205 Bontosunggu bersama salah seorang guru senior dan guru Saifuddin untuk berkordinasi dan berkomunikasi dengan Kepala Desa, Bhabinkantibmas dan Babinsa untuk minta difasilitasi terlaksananya musyawarah kekeluargaan dengan pihak orang tua peserta didik Hafiz (diduga korban) dengan harapan dapat dicapai kesepakatan dan kesepahaman perdamaian dalam jangka waktu tidak terlalu lama.
Tim Satgas juga bertemu dengan kedua orang tua murid dibantu oleh tokoh masyarakat untuk mencarikan solusi damai dan masalah tidak diperpanjang lebar.
Diberitakan sebelumnya salah seorang anak didik (murid) di SDN 205 Bontosunggu diduga disekap dan dianiaya oleh salah seorang guru kelas disekolahnya.
Hal ini berbuntut panjang orang tua anak didik melaporkan hal ini ke kepolisian polres Bulukumba karena merasa tidak terimah dengan perlakuan oknum guru tersebut terhadap anaknya. (**)






