DPRD Bulukumba Bahas Harga Gabah dengan Bulog Lewat RDP

Irwan Rubrik
IMG20250409110407 scaled
oplus_1056
RUBRIK.co.id, BULUKUMBA — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRDBulukumba, menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Bulog
Bulukumba bersama mitra kerja Badan Urusan Logistik (Bulog), membahas terkait harga gabah di Bulukumba, diruang komisi II DPRD Bulukumba, Rabu 9 April 2025.
RDP Komisi II DPRD Bulukumba, dihadiri Kepala Bulog Bulukumba, Farid Nur, Kepala Dinas Pertanian Bulukumba Muhammad Tayeb, Kepala Dinas Perdagangan Bulukumba, Alfian, serta Ketua Penggilingan
Padi (Perpadi), Andi Syamsir.
Ketua Komisi II DPRD Bulukumba, Muhdar Reha (F-PKB), mengatakan RDP
dengan Bulog beserta mitra kerja Bulog terkait dengan realisasi harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan jagung tahun 2025.
Komisi II menilai akhir akhir ini, harga pembelian gabah tidak sesuai dengan HPP
Rp6500 per kilogram. Harga pembelian gabah yang tidak sesuai dengan
HPP itu perlu ditindak lanjuti dengan menggelar RDP.
Anggota Komisi II DPRD Bulukumba dari Fraksi PKS, Supriadi, mengakui harga gabah dilapangan terbilang murah. Supriadi mempertanyakan peran
Bulog dalam melakukan pengawasan dilapangan.
 “Tengkulaknya seenaknya
bermain harga,” kata Supriadi, digedung DPRD Bulukumba.
 Anggota Komisi
II DPRD Bulukumba lainnya, H Syafiuddin (F-PKS), juga mengakui harga
gabah bervariasi, ada Rp6200 per kilogram, bahkan ada harga gabah
Rp6000 per kilogramnya.
 “Ini harus ada solusi,” terang H Syafiuddin.
Sementara itu, Kepala Bulog Bulukumba, Farid Nur, mengatakan Bulog dalam melakukan
pembelian gabah dilapangan dibantu Babinsa.
“Begitu ada info dari TNI
kalau ada gabah mau jual, mitra kami langsung turun membeli,” kata
Farid Nur.
Dalam melakukan pembelian gabah, tidak semua gabah dibeli
oleh Bulog, hanya sekitar 10 hingga 20 persen gabah yang diserap oleh
Bulog. Gudang penyimpanan Bulog dan mitranya sangat terbatas. Sisanya,
bisa saja dibeli oleh pedagang atau tengkulak. (**)