RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Warga kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan banyak menjadi korban penipuan online “Sobis”.
Terakhir Ibu Rumah Tangga (IRT) NR (24) warga kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba menjadi korban kasus Sobis atau penipuan lewat media sosial jumat 13 Juni 2025 lalu.
NR harus kehilangan uang Rp.53.850.00 juta yang rencananya akan dibelikan tanah kapling untuk pembagunan rumah, namun menjadi korban penipuan online setelah pelaku mengaku dari pegawai kantor pajak yang menawarkan bantuan pembuatan NPWP.
Sementara menanggapi banyaknya korban penipuan online yang menyasar warga Bulukumba kepolisian memberikan edukasi agar masyarakat bisa mengenali ciri-ciri penipuan online salah satunya melalui media sosial whatsapp.
Kapolres Bulukumba melalui kasi humas polres Bulukumba AKP H Marala mengatakan penipu melakukan segala cara untuk bisa menjerat korbannya. Salah satunya menggunakan WhatsApp, aplikasi pertukaran pesan yang banyak digunakan sekarang.
Mereka melakukan beberapa modus untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Misalnya memperoleh data pribadi hingga menguras uang korbannya.
Berikut ciri-ciri yang bisa diingat agar terhindar dari kejadian penipuan di WhatsApp :
1. Menambahkan Link
Biasanya pesan WhatsApp penipuan akan memiliki link tautan. Anda akan diminta untuk mengkliknya. Jangan menekan tautan yang diberikan dengan sumber tidak jelas dan tidak resmi.
2. Permintaan Informasi Pribadi
Sama seperti modus penipuan lain, pelaku akan berusaha mendapatkan informasi pribadi korban. Ingat untuk tidak membagikannya pada siapapun, apalagi pada pihak yang tidak dikenal.
3. Berlaku Seperti Orang yang Dikenal
Waspada pada pesan yang masuk dan berpura-pura seperti orang yang kita kenal. Untuk meyakinkan hal tersebut, mereka akan menggunakan identitas orang yang dikenal seperti foto, nama, hingga informasi lainnya. Hubungi langsung orang yang dimaksud untuk mengecek kebenarannya.
4. Typo Baca perlahan tiap pesan yang Anda dapatkan. Jika ada kesalahan ketik atau tata bahasa bisa jadi pesan itu merupakan spam penipuan karena dibuat tidak profesional dan tergesa-gesa.
5. Permintaan yang Tergesa-tergesa
Salah satu modus yang biasa dilakukan adalah permintaan yang seakan tergesa-gesa. Misalnya adanya pengumuman dari bank atau surat tilang palsu yang meminta untuk membuka file atau link tertentu. Padahal ini untuk mencuri data korbannya.
6. Pesan Hadiah Jangan langsung percaya dengan pesan yang menyatakan Anda mendapatkan hadiah tertentu. Biasanya hadiah tersebut ditampilkan terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.***






