RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Petani kakao di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menjerit setelah harga biji kakao kering turun hampir 50% persen dari sebelumnya, Minggu 20 juli 2025.
Dari informasi yang dihimpun rubrik.co.id, penurunan harga biji kakao terjadi beberapa hari terakhir hampir bersamaan dengan turunnya harga cengkeh.
Miati (49) petani biji kakao asal desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang mengaku kalau harga turun hampir dua kali lipat dari sebelumnya.
Beberapa hari lalu harga biji kakao masih diangka Rp130.000.000 sekarang turun menjadi Rp60.000.00 perkilogram untuk biji kering.
“Kalau kering patah dibeli pedagang Rp60.000.00 hingga Rp65.000.000 perkilogram,” ujar Miati.
Zainuddin (56) petani lainya mengaku harga biji kakao saat ini sangat anjlok bahkan melebihi 50 % dari harga sebelumnya.
Biji kakao pernah tembus di harga Rp140.000.00 sampai Rp150.000.00 perkilogram beberapa bulan lalu , namun terus mengalami penurunan harga saat ini sudah mencapai Rp60.000.00 perkilogram untuk yang kering patah.
Lanjut Zainuddin untuk harga yang masih terbilang basah belum kering pedagang membeli sampai Rp20.000.00 perkilogram.
Menurut petani penurunan harga biji kakao dikarenakan stok yang sudah kurang karena banyak pedagang hasil bumi beralih membeli cengkeh.
” Kalau stok biji kakao sudah kurang , saat ini yang banyak adalah cengkeh,” ucap Zainuddin.
Sumrah (55) seorang pedagang hasil bumi keliling mengatakan penurunan harga biji kakao dikarenakan sudah kurang stok sehingga banyak yang pindah membeli hasil bumi lainya seperti cengkeh.
Harga biji kakao saat ini memang turun dari harga sebelumnya, sekarang tinggal Rp60.000.00 untuk kering patah dibandingkan beberapa waktu lalu masih tembus diangka Rp140.000.00 perkilogram.
Turunnya harga biji kakao dikarenakan kurangnya stok dan permintaan pedagang besar, karena saat ini yang banyak dibeli adalah hasil bumi seperti cengkeh, buah pala dan sejumlah hasil bumi lainya.***






