Teknologi Canggih, Drone Kuasai Siaran Olimpiade Musim Dingin 2026

Azka Fachri
Ilustrasi AI dan Drone di Olimpiade Musim Dingin 2026
Ilustrasi AI dan Drone di Olimpiade Musim Dingin 2026

Rubrik.co.id – Olympic Broadcasting Services memperluas pemanfaatan drone dan kecerdasan buatan (AI) dalam liputan Olimpiade Musim Dingin 2026.

Teknologi tersebut diterapkan untuk menghadirkan sudut pandang baru yang lebih dekat dengan atlet.

Dalam sejumlah cabang seperti seluncur cepat, kamera bergerak mengikuti atlet dari belakang untuk menonjolkan kecepatan dan dinamika lintasan.

Suara halus yang terdengar dalam tayangan bukan berasal dari kamera konvensional, melainkan dari drone yang terbang di area pertandingan.

Inovasi Visual Olimpiade Musim Dingin

OBS mengoperasikan total 25 drone yang digunakan hampir di seluruh cabang olahraga.

“Kami menggunakan total 25 drone. Kami menggunakannya di hampir semua cabor, kecuali hoki es dan curling,” kata CEO OBS Yiannis Exarchos.

Drone tersebut dirancang khusus sesuai karakter masing-masing cabang olahraga.

OBS melakukan uji coba intensif serta koordinasi dengan federasi internasional guna memastikan aspek keselamatan tetap terjaga.

Para pilot drone menjalani pelatihan spesifik sesuai cabang yang diliput.

Sebagian pilot diketahui memiliki latar belakang sebagai mantan atlet.

Kondisi tersebut dinilai memberi keuntungan karena pilot memahami sudut pengambilan gambar terbaik di arena.

Penggunaan drone oleh OBS sebenarnya telah dimulai sejak Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014.

Saat itu, keterbatasan teknologi membuat drone hanya bisa beroperasi di luar arena pertandingan.

Perkembangan teknologi memungkinkan drone berukuran lebih kecil dan ringan digunakan di dalam arena dengan standar keamanan ketat.

OBS juga melibatkan atlet dalam proses evaluasi penggunaan teknologi siaran.

Atlet disebut memberikan respons positif setelah melihat hasil tayangan.

Selain drone, OBS mengembangkan berbagai perangkat berbasis kecerdasan buatan untuk Olimpiade Milan-Cortina.

Sistem tayangan ulang 360 derajat yang diperkenalkan di Beijing 2022 kini diterapkan di seluruh nomor pertandingan.

AI digunakan untuk menghitung dan menampilkan data seperti kecepatan, ketinggian lompatan, dan jumlah putaran.

“Inilah saat yang tepat ketika para penonton ingin memahami apa yang sebenarnya terjadi,” kata Exarchos.

Teknologi tersebut memungkinkan tayangan ulang presisi dibuat hanya dalam hitungan detik.

AI membantu memisahkan atlet dari latar belakang dan membentuk visual gerak tiga dimensi.

Dengan dukungan mitra teknologi Alibaba, OBS juga mengembangkan analisis waktu nyata untuk mendeteksi momen penting pertandingan.

Sistem ini membantu lembaga penyiaran memenuhi permintaan cuplikan atlet unggulan secara cepat.

OBS menegaskan pemanfaatan drone dan AI diarahkan untuk memperkuat cerita atlet, bukan sekadar menampilkan teknologi.