IOC Larang Helm Pesan Atlet Ukraina di Olimpiade Musim Dingin

Azka Fachri
Tim luge estafet campuran Ukraina didiskualifikasi karena helm mereka bergambar korban perang. Foto indigold7777777
Tim luge estafet campuran Ukraina didiskualifikasi karena helm mereka bergambar korban perang. Foto indigold7777777

Rubrik.co.id – Presiden Komite Olimpiade Internasional Kirsty Coventry menegaskan larangan penggunaan helm bermuatan pesan oleh atlet skeleton Ukraina Vladyslav Heraskevych didasarkan sepenuhnya pada regulasi Olimpiade Musim Dingin.

Keputusan tersebut diambil karena aturan Olimpiade secara tegas melarang segala bentuk pesan di arena pertandingan, podium, maupun area desa atlet.

Coventry menyampaikan keputusan itu usai bertemu langsung dengan Heraskevych dan ayahnya dalam pertemuan yang berlangsung emosional namun tetap penuh rasa saling menghormati.

Aturan Netralitas Arena Olimpiade

Coventry menjelaskan bahwa substansi pesan pada helm bukan menjadi persoalan utama dalam pengambilan keputusan tersebut.

Regulasi yang berlaku, kata Coventry, disusun melalui konsultasi dengan atlet pada 2020 dan 2021 untuk menjaga netralitas serta melindungi atlet dari tekanan eksternal.

“It is not about whether the message is political or not. It is about applying the rules equally to any form of messaging,” Coventry said.

Ia menegaskan aturan tersebut diterapkan secara konsisten tanpa pengecualian terhadap latar belakang atau konteks pesan.

Helm bermuatan pesan tersebut masih diperbolehkan digunakan saat sesi latihan, namun dilarang tampil dalam perlombaan resmi.

IOC juga telah mengusulkan alternatif penggunaan simbol atau pesan sebelum dan sesudah lomba, meski tidak tercapai kesepakatan dengan pihak atlet.

Coventry menambahkan bahwa IOC tetap menunjukkan dukungan nyata terhadap Ukraina dengan mengucurkan dana lebih dari 10 juta dolar Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Bantuan tersebut dialokasikan untuk mendukung keberlangsungan olahraga dan para atlet Ukraina di tengah situasi sulit yang dihadapi negaranya.

IOC menegaskan kebijakan netralitas menjadi prinsip utama agar Olimpiade tetap menjadi ruang kompetisi yang adil dan aman bagi seluruh atlet dunia.