Respons FIS atas Protes Gu Ailing di Olimpiade Musim Dingin 2026

Azka Fachri
Atlet China Gu Alling di Olimpiade Musim Dingin 2026. Foto X @CalanHunterPhD
Atlet China Gu Alling di Olimpiade Musim Dingin 2026. Foto X @CalanHunterPhD

Rubrik.co.id – Federasi Ski dan Snowboard Internasional atau International Ski and Snowboard Federation merespons pernyataan atlet freeski China Gu Ailing terkait jadwal latihan halfpipe yang dinilainya tidak adil di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina Winter Olympics.

Direktur Komunikasi FIS, Bruno Sassi, menegaskan bahwa tidak ada pengurangan jatah latihan bagi atlet meskipun terjadi tumpang tindih antara final big air putri dan sesi latihan halfpipe.

Menurut FIS, sebelum kualifikasi berlangsung para atlet telah mendapatkan tiga sesi latihan, jumlah yang disebut lebih banyak dibandingkan standar dua sesi pada ajang Piala Dunia.

FIS juga menyebut Gu Ailing termasuk dalam lima atlet putri yang secara khusus diundang mengikuti sesi uji lintasan halfpipe selama satu jam pada Minggu (15/2).

Undangan tersebut diberikan karena para atlet terpilih dinilai mampu memberikan masukan teknis mengenai konstruksi, bentuk, dan kelayakan lintasan halfpipe.

Jadwal Olimpiade dan Tantangan Multievent

Menanggapi perbandingan Gu dengan pengalaman serupa di Olimpiade Beijing 2022 Winter Olympics, FIS menjelaskan bahwa penyusunan jadwal Olimpiade melibatkan koordinasi kompleks bersama International Olympic Committee dan berbagai federasi internasional.

FIS menilai konflik jadwal berpotensi terjadi pada atlet yang memilih tampil di beberapa nomor sekaligus, meski upaya optimalisasi jadwal telah dilakukan untuk seluruh cabang.

Sebelumnya, Gu Ailing menyatakan bahwa benturan jadwal membuatnya kehilangan sepertiga waktu latihan halfpipe dari total sembilan jam yang dialokasikan.

“Saya kecewa dengan FIS karena prestasi di lebih dari satu nomor seharusnya dihargai, bukan justru menyulitkan persiapan,” ujar Gu Ailing.