Rubrik.co.id – Atlet senior China Xu Mengtao menutup Olimpiade Musim Dingin kelimanya dengan air mata dan kejayaan setelah mempertahankan gelar aerial putri di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina Winter Olympics pada Rabu.
Lagu kebangsaan China mengiringi momen emosional Xu yang berdiri di podium tertinggi dengan mata berkaca-kaca.
Atlet berusia 35 tahun itu memastikan emas lewat lompatan back full-full-full yang nyaris sempurna pada super final enam atlet.
Xu mencatat skor 112,90 poin di bawah cuaca cerah di Livigno setelah sebelumnya mengoleksi 107,75 poin di final pertama dan 89,29 poin di kualifikasi.
“Saya melakukan lompatan full-full-full dengan kualitas udara, posisi, dan pendaratan yang sangat baik, dan itu terasa luar biasa,” ujar Xu.
Dominasi China Nomor Aerial
Kemenangan tersebut menjadikan Xu sebagai atlet pertama yang mampu meraih dua medali emas Olimpiade pada nomor aerial.
Emas Xu juga menjadi emas kedua China dalam rentang waktu sekitar 90 menit setelah kemenangan Su Yiming di slopestyle snowboard putra.
Perak diraih atlet Australia Danielle Scott dengan skor 102,17 poin.
Scott yang juga berusia 35 tahun itu melampaui pencapaian terbaiknya di Olimpiade setelah sebelumnya tak pernah finis lebih tinggi dari peringkat kesembilan.
China mendominasi babak akhir dengan mengirim tiga atlet ke super final.
Shao Qi merebut perunggu dengan 101,90 poin, sementara Kong Fanyu finis keempat lewat 101,31 poin.
Atlet China lainnya, Chen Meiting, terhenti di final pertama dan menempati posisi ketujuh.
Ajang aerial di Livigno kembali bergulir normal setelah hujan salju lebat sehari sebelumnya memaksa penundaan satu hari pada sesi kualifikasi putra dan putri.






