Debut Skimo Berbuah Emas di Olimpiade Musim Dingin

Azka Fachri
Marianne Fatton dan Oriol Cardona Coll merayakan emas bersejarah ski mountaineering di tengah cuaca ekstrem Milan-Cortina.
Marianne Fatton dan Oriol Cardona Coll merayakan emas bersejarah ski mountaineering di tengah cuaca ekstrem Milan-Cortina.

Rubrik.co.id – Cabang ski mountaineering  (Skimo) mencatat sejarah baru di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 lewat emas perdana yang diraih atlet Spanyol dan Swiss.

Debut olahraga ini berlangsung dalam kondisi badai salju tebal yang menyelimuti arena pertandingan sepanjang Kamis waktu setempat.

Emas Perdana Ski Mountaineering

Di nomor sprint putri, atlet Swiss Marianne Fatton tampil menentukan pada fase transisi terakhir untuk mengamankan kemenangan dengan catatan waktu 2 menit 59,77 detik.

Fatton unggul 2,38 detik atas wakil Prancis Emily Harrop, sementara perunggu diraih atlet Spanyol Ana Alonso Rodriguez yang baru pulih dari cedera serius akibat kecelakaan lima bulan lalu.

Momen emosional terjadi selepas lomba ketika para peraih medali saling berpelukan di garis finis sebagai penanda pentingnya hari bersejarah tersebut.

“Saya merasa ini hari yang ajaib karena kami menulis sejarah bagi olahraga ini,” ujar Fatton usai perlombaan.

Pada sektor putra, juara dunia sekaligus atlet Spanyol Oriol Cardona Coll melaju paling cepat dengan waktu 2 menit 34,03 detik.

Hasil tersebut memastikan emas Olimpiade Musim Dingin pertama bagi Spanyol sejak 1972, sementara perak diraih atlet netral Nikita Filippov dan perunggu menjadi milik Prancis Thibault Anselmet.

Masuknya ski mountaineering ke Olimpiade merupakan tonggak penting setelah olahraga ini resmi disetujui pada 2021 dan sebelumnya hanya dikenal sebagai cabang khusus pegunungan.

Hari bersejarah ini juga menghadirkan capaian penting bagi Asia setelah atlet China Buluer finis di posisi kedelapan nomor sprint putra, menjadi hasil terbaik sepanjang sejarah partisipasi Asia di level tertinggi.