Kejutan Besar di Figure Skating Putra Olimpiade Musim Dingin

Azka Fachri
Mikhail Shaidorov merayakan emas tunggal putra figure skating usai tampil gemilang di final Olimpiade Milan–Cortina.
Mikhail Shaidorov merayakan emas tunggal putra figure skating usai tampil gemilang di final Olimpiade Milan–Cortina.

Rubrik.co.id – Atlet Kazakhstan Mikhail Shaidorov mencetak sejarah dengan merebut emas nomor tunggal putra figure skating pada ajang Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina.

Kemenangan tersebut menjadi emas Olimpiade figure skating pertama bagi Kazakhstan di tengah goyahnya dominasi negara-negara tradisional.

Shaidorov yang berusia 21 tahun tampil luar biasa pada free skate dengan mendaratkan lima lompatan quadruple bersih.

Penampilan itu membuat unggulan utama asal Amerika Serikat Ilia Malinin tersingkir dari persaingan papan atas.

Malinin gagal mengeksekusi quad Axel, dua kali terjatuh, dan hanya finis ke-15 di free skate serta kedelapan secara keseluruhan.

“Tekanan Olimpiade benar-benar terasa dan favorit emas sering kali tampil buruk di ajang ini,” ujar Malinin.

Usai lomba, Malinin langsung menghampiri Shaidorov di area kiss and cry untuk memberi ucapan selamat.

Sejarah Baru Figure Skating

Shaidorov menyatakan fokus utamanya adalah menampilkan performa terbaik sekaligus menunjukkan perkembangan figure skating Kazakhstan.

Medali perak tunggal putra kembali diraih Jepang melalui Yuma Kagiyama, sementara perunggu menjadi milik kompatriotnya Shun Sato.

Amerika Serikat tetap meraih emas di nomor beregu figure skating dengan kontribusi Malinin, disusul Jepang dan Italia.

Di sektor tunggal putri, Alysa Liu bangkit dari posisi ketiga short program untuk merebut emas Olimpiade.

Jepang mengamankan perak dan perunggu melalui Kaori Sakamoto dan Ami Nakai.

Nomor pasangan menghadirkan emas perdana Jepang setelah Riku Miura dan Ryuichi Kihara melesat dari posisi kelima ke puncak podium dengan rekor dunia free skate.

Perak pasangan diraih Georgia lewat Anastasiia Metelkina dan Luka Berulava, sementara perunggu menjadi milik Jerman.

Di ice dance, emas jatuh ke tangan Prancis melalui Laurence Fournier Beaudry dan Guillaume Cizeron yang baru berpasangan kurang dari satu tahun.

Amerika Serikat harus puas dengan perak melalui Madison Chock dan Evan Bates, sedangkan Kanada meraih perunggu.

Bagi China, Olimpiade Milan–Cortina menegaskan fase transisi sulit setelah untuk pertama kalinya sejak 1994 mereka pulang tanpa medali figure skating.

Hasil terbaik China datang dari nomor pasangan saat Sui Wenjing dan Han Cong finis di posisi kelima usai kembali bertanding setelah absen tiga tahun.

Presiden Asosiasi Figure Skating China Ren Hongguo menilai hasil tersebut realistis mengingat persiapan singkat dan kondisi cedera.

Atlet senior Jin Boyang menutup lomba tunggal putra di posisi ke-17, sementara wakil China di ice dance dan tunggal putri juga berada di peringkat ke-19.