Kanada Raih Emas Curling di Tengah Kontroversi Olimpiade Musim Dingin

Azka Fachri
Tim curling putra Kanada merayakan kemenangan emas usai menundukkan Britania Raya pada final Olimpiade Musim Dingin.
Tim curling putra Kanada merayakan kemenangan emas usai menundukkan Britania Raya pada final Olimpiade Musim Dingin.

Rubrik.co.id – Tim curling putra Kanada menutup perjalanan penuh tekanan dengan merebut emas Olimpiade Musim Dingin setelah menaklukkan Britania Raya 9-6 pada partai final, Sabtu.

Laga berlangsung ketat sejak awal dengan kedua tim saling bergantian unggul tipis tanpa selisih lebih dari satu poin hingga delapan end pertama.

Penentuan terjadi pada end kesembilan ketika Kanada mencetak tiga poin penting yang langsung mengubah jalannya pertandingan.

Kanada kemudian menambah satu steal pada end ke-10 untuk memastikan gelar juara.

Kemenangan ini mengantar skip Kanada Brad Jacobs meraih emas Olimpiade keduanya setelah sebelumnya berjaya pada Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014.

“Saya sangat lega karena semuanya berakhir dengan kemenangan setelah melewati pekan yang berat dan penuh tekanan,” ujar Brad Jacobs.

Jacobs menilai kesabaran dan minim kesalahan menjadi kunci utama dalam laga penentuan tersebut.

Kontroversi Warnai Perjalanan Kanada

Sepanjang turnamen, tim Kanada sempat diterpa tudingan pelanggaran aturan double-touching yang memicu perdebatan sengit di arena.

Isu tersebut mencuat setelah adanya tuduhan dari kubu Swedia terhadap salah satu pemain Kanada dan berdampak pada atmosfer kompetisi.

Meski demikian, Kanada mampu menjaga fokus hingga akhirnya mengamankan emas pada ajang Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina.

Pada nomor curling putri, Kanada juga menambah koleksi medali dengan merebut perunggu usai mengalahkan Amerika Serikat 10-7.

Final curling putri akan mempertemukan Swedia dan Swiss yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu.