Rubrik.co.id – Nomor speed skating Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 resmi berakhir pada Sabtu dengan sejarah baru tercipta lewat kemenangan atlet China Ning Zhongyan, sementara Belanda kembali menunjukkan hegemoninya.
Ning Zhongyan memutus dominasi Barat selama hampir satu abad di nomor 1.500 meter putra yang kerap dijuluki King’s Race.
Ia sukses mengungguli favorit pra-Olimpiade asal Amerika Serikat Jordan Stolz yang harus puas meraih perak.
Kemenangan tersebut menjadi emas Olimpiade pertama China di nomor 1.500 meter putra.
Sebelumnya, China hanya mencatat emas lewat Zhang Hong di 1.000 meter putri Sochi 2014 dan Gao Tingyu di 500 meter putra Beijing 2022.
“Saya selalu melihat dia seperti gunung di depan saya, dan hari ini di Olimpiade akhirnya saya bisa melewatinya,” ujar Ning dalam satu-satunya kutipan usai lomba.
Selain emas, Ning juga membawa pulang dua perunggu dari nomor 1.000 meter dan team pursuit.
Capaian itu menjadikannya atlet speed skating tersukses China sepanjang sejarah Olimpiade Musim Dingin.
China juga menorehkan hasil terbaik di team pursuit putra dan tampil dengan kedalaman skuad yang kian matang lewat 15 kuota atlet.
Catatan tersebut menjadi kampanye Olimpiade speed skating paling sukses bagi China sejak Albertville 1992.
Rekor dan Dominasi Eropa
Meski kalah di 1.500 meter, Jordan Stolz tetap menutup Olimpiade dengan dua emas dari 500 meter dan 1.000 meter putra.
Di nomor jarak jauh, Norwegia mencuri perhatian lewat emas 5.000 meter yang diraih pemegang rekor dunia Sander Eitrem.
Atlet muda Republik Ceko Metodej Jilek mencetak sejarah dengan emas 10.000 meter setelah sebelumnya merebut perak 5.000 meter.
Tuan rumah Italia ikut bersinar berkat aksi Francesca Lollobrigida yang menyapu emas 3.000 meter dan 5.000 meter putri.
Keberhasilan itu mengangkat Italia ke posisi kedua klasemen speed skating.
Namun Belanda tetap tak tertandingi dengan koleksi lima emas, enam perak, dan dua perunggu.
Emas Belanda disumbang antara lain oleh Femke Kok, Jutta Leerdam, serta Antoinette Rijpma-de Jong di 1.500 meter putri.
Tradisi emas Belanda di 1.500 meter putri pun berlanjut sejak Vancouver 2010.
Pada hari terakhir, Jorrit Bergsma dan Marijke Groenewoud melengkapi dominasi lewat emas mass start.
Prestasi Tim dan Konsistensi
Kanada mempertahankan gelar team pursuit putri lewat trio Ivanie Blondin, Valerie Maltais, dan Isabelle Weidemann.
Sementara itu, Jepang kembali menunjukkan konsistensi melalui Miho Takagi yang menambah tiga perunggu dan kini mengoleksi total 10 medali Olimpiade sepanjang kariernya.






