Jelang Piala Dunia 2026, Pelatih Curacao Mundur

Azka Fachri
Dick Advocaat memberi arahan kepada pemain Curaçao saat laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Foto FIFA
Dick Advocaat memberi arahan kepada pemain Curaçao saat laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Foto FIFA

Rubrik.co.id – Dick Advocaat resmi mengundurkan diri dari jabatan pelatih kepala Curaçao kurang dari empat bulan sebelum debut Blue Wave di Piala Dunia 2026.

Pelatih berusia 78 tahun tersebut mengambil keputusan itu demi memberikan perhatian penuh kepada putrinya yang tengah menghadapi masalah kesehatan.

Advocaat sejatinya berpeluang mencatat sejarah sebagai pelatih tertua yang tampil di Piala Dunia yang digelar di Amerika Utara.

Prestasi Bersejarah Curacao

Di bawah arahan Advocaat, Curaçao mencuri perhatian dunia lewat performa gemilang pada fase kualifikasi Piala Dunia 2026.

Blue Wave melaju tanpa kekalahan dalam 10 pertandingan kualifikasi sebelum memastikan tiket ke putaran final usai bermain imbang tanpa gol melawan Jamaika pada November 2025.

Dengan jumlah penduduk sekitar 156.000 jiwa, Curaçao tercatat sebagai negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia.

“Saya selalu mengatakan bahwa keluarga lebih penting daripada sepak bola,” kata Advocaat dalam pernyataan resminya.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian para pemain, staf, dan jajaran federasi yang mempercayai proyek tim nasional Curaçao.

Sebagai pengganti, federasi menunjuk Fred Rutten untuk memimpin tim pada panggung internasional pertamanya.

Pelatih berusia 63 tahun itu memiliki pengalaman melatih sejumlah klub besar Belanda seperti FC Twente, PSV Eindhoven, Vitesse, dan Feyenoord.

Rutten juga pernah meniti karier kepelatihan di Jerman, Uni Emirat Arab, Israel, dan Belgia.

Ia menyatakan akan melanjutkan fondasi kerja yang telah dibangun Advocaat bersama Curaçao.

Pada putaran final Piala Dunia 2026, Curaçao dijadwalkan membuka laga Grup E menghadapi Jerman di Houston Stadium.

Selanjutnya, mereka akan bertemu Ekuador di Kansas City Stadium sebelum menutup fase grup melawan Pantai Gading di Philadelphia Stadium.