Rubrik.co.id – Persebaya Surabaya akhirnya keluar dari tekanan setelah meraih kemenangan 1-0 atas PSM Makassar pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/26.
Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2) malam, hasil ini menjadi penawar setelah dua kekalahan beruntun yang sebelumnya membebani Bajol Ijo.
Memasuki awal babak kedua, Persebaya langsung menaikkan tempo permainan dengan tekanan agresif sejak lini depan.
Bruno Moreira dan rekan-rekan memaksa pertahanan Juku Eja bekerja keras meski peluang yang tercipta belum sepenuhnya mengarah ke gawang.
Babak Kedua Penuh Tekanan
PSM mencoba menguasai jalannya laga pada menit ke-53, namun pelanggaran keras Sadida Nugraha Putra membuat serangan mereka terputus.
Wasit tanpa kompromi mengeluarkan kartu kuning yang memaksa Persebaya segera melakukan penyesuaian.
Pelatih Bernardo Tavares merespons dengan memasukkan Riyan Ardiansyah untuk menambah daya dobrak tim.
Pergantian tersebut memberi sinyal jelas bahwa Persebaya tetap memburu gol tambahan, bukan sekadar menjaga keunggulan.
PSM sempat mengancam lewat sepak pojok menit ke-61, tetapi bola gagal mengarah tepat ke gawang Ernando Ari.
Riyan Ardiansyah kemudian mendapat ruang tembak pada menit ke-62, namun bola hasil sepakannya masih melebar dari sasaran.
Memasuki menit ke-66, Persebaya melakukan tiga pergantian sekaligus untuk menjaga keseimbangan permainan.
Masuknya Mikael Tata langsung memberi dampak lewat tembakan pertamanya di menit ke-72 meski masih mudah diamankan kiper lawan.
Peluang emas hadir pada menit ke-75 saat kombinasi cepat diakhiri sepakan Bruno Moreira yang melenceng tipis dari gawang.
Ancaman kembali tercipta dua menit berselang melalui sepak pojok, tetapi sentuhan akhir Leo Lelis belum mampu menggandakan keunggulan.
PSM hampir menyamakan kedudukan di menit ke-87 ketika sundulan pemainnya melambung tipis di atas mistar setelah Ernando Ari keluar dari sarang.
Pada menit 90+1, Bruno kembali berhadapan satu lawan satu dengan kiper PSM, namun peluang tersebut terbuang percuma.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan dan memastikan Persebaya meraih tiga poin penting di hadapan pendukungnya.
Kemenangan ini bukan sekadar memutus tren negatif, tetapi juga menghidupkan kembali kepercayaan diri tim di hadapan Bonek dan Bonita.






