Persaingan Zona Degradasi BRI Super League Semakin Panas

Azka Fachri
Persib mengalahkan Persik Kediri 3-0 lewat gol Thom Haye dan dua gol Andrew Jung untuk mengokohkan posisi puncak Super League.
Persib mengalahkan Persik Kediri 3-0 lewat gol Thom Haye dan dua gol Andrew Jung untuk mengokohkan posisi puncak Super League.

Rubrik.co.id – Persaingan BRI Super League 2025/2026 tidak hanya menarik di papan atas, tetapi juga memanas di zona bawah klasemen yang dipenuhi tim-tim yang berjuang menghindari degradasi.

Pergerakan posisi di papan bawah berlangsung sangat dinamis dengan selisih poin yang sangat tipis di antara para kontestan.

Saat ini posisi ke-14 ditempati oleh Madura United FC dengan koleksi 20 poin.

Peringkat ke-15 dihuni oleh Persijap Jepara yang juga mengoleksi 20 poin.

Di bawahnya terdapat PSBS Biak pada posisi ke-16 dengan 18 poin.

Posisi ke-17 ditempati oleh Persis Solo dengan 17 poin.

Sementara Semen Padang FC berada di posisi juru kunci dengan nilai yang sama yaitu 17 poin.

Persaingan Zona Merah

Persaingan di papan bawah juga masih melibatkan PSM Makassar yang berada di peringkat ke-13 dengan 24 poin.

Dengan sepuluh pertandingan tersisa dari total 34 laga musim ini, peluang perubahan posisi klasemen masih terbuka lebar.

Setiap kemenangan yang diraih tim di zona bawah memiliki pengaruh besar terhadap pergeseran posisi.

Selisih poin yang sangat tipis membuat setiap pertandingan menjadi sangat menentukan.

Persijap Jepara menjadi salah satu tim yang menunjukkan peningkatan performa dalam beberapa pekan terakhir.

Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu mulai memperbaiki posisi sejak pekan ke-21.

Pada pekan ke-21 Persijap masih berada di posisi ke-17.

Mereka kemudian naik ke peringkat ke-16 pada pekan ke-22.

Performa tersebut berlanjut dengan naik ke posisi ke-15 pada pekan ke-23.

Posisi tersebut membuat Persijap sementara keluar dari zona degradasi hingga pekan ke-24.

Situasi berbeda dialami oleh Semen Padang yang justru mengalami penurunan posisi sejak pekan ke-21.

Pada pekan ke-21 Kabau Sirah masih berada di peringkat ke-16.

Posisi tersebut turun ke peringkat ke-17 pada pekan ke-22.

Penurunan kembali terjadi pada pekan ke-23 ketika Semen Padang turun ke posisi ke-18.

Posisi tersebut bertahan hingga berakhirnya pekan ke-24.

Pekan ke-25 membuka peluang perubahan komposisi klasemen di zona bawah.

Salah satu pertandingan yang berpotensi mempengaruhi peta persaingan adalah duel antara PSBS Biak melawan Semen Padang FC.

Pertandingan tersebut digelar di Stadion Maguwoharjo pada Senin malam.

Semen Padang datang ke pertandingan tersebut dengan semangat baru setelah menunjuk Imran Nahumarury sebagai pelatih kepala.

Perubahan di kursi pelatih diharapkan mampu memberikan dorongan bagi Kabau Sirah untuk memperbaiki posisi di klasemen.