Persik Kediri Hentikan Latihan Sementara Jelang Lebaran Idulfitri

Azka Fachri
Persik Kediri meliburkan skuad selama sepuluh hari saat Idulfitri. Pemain tetap mendapat program latihan individu jelang laga lawan Persijap. Foto LIB
Persik Kediri meliburkan skuad selama sepuluh hari saat Idulfitri. Pemain tetap mendapat program latihan individu jelang laga lawan Persijap. Foto LIB

Rubrik.co.id – Persik Kediri memberikan jatah libur kepada seluruh pemain selama sepuluh hari bertepatan dengan momentum Hari Raya Idulfitri 2026.

Skuad Macan Putih mulai menghentikan aktivitas latihan tim sejak 13 Maret dan dijadwalkan kembali berkumpul pada 23 Maret mendatang.

Manajemen klub memberi kesempatan kepada para pemain untuk pulang ke kampung halaman dan merayakan lebaran Idulfitri bersama keluarga.

Manajer Persik Kediri Syahid Nur Ichsan menjelaskan keputusan tersebut diambil agar pemain dapat menikmati waktu bersama keluarga tanpa meninggalkan kewajiban menjaga kondisi fisik.

Persik Siapkan Latihan Mandiri

Meski agenda latihan tim dihentikan sementara, para pemain tetap menerima program latihan individu dari tim pelatih.

Program tersebut disiapkan untuk memastikan kebugaran pemain tetap stabil selama masa libur berlangsung.

“Program latihan mandiri secara individu sudah disiapkan oleh pelatih. Jadi selama libur, mereka diwajibkan untuk tetap berlatih sesuai dengan program yang sudah disiapkan agar saat pemain kembali kebugaran tetap terjaga,” kata Syahid Nur Ichsan.

Ia juga menegaskan para pemain diminta kembali ke Kediri tepat waktu karena tim akan memulai persiapan menghadapi Persijap Jepara pada 6 April 2026.

Pelatih Persik Kediri Marcos Reina Torres menyebut masa libur ini juga menjadi bagian dari proses pemulihan fisik bagi para pemain.

Pelatih asal Spanyol tersebut berharap jeda latihan dapat membantu mengurangi kelelahan setelah menjalani jadwal pertandingan yang padat.

Marcos Reina Torres menambahkan para pemain tetap mendapatkan program latihan dari pelatih fisik selama libur berlangsung.

Ia optimistis para pemain mampu menjaga profesionalitas dengan tetap menjalankan latihan agar kondisi tubuh tetap bugar.

Program tersebut juga dirancang untuk mencegah kenaikan berat badan sehingga para pemain dapat kembali ke tim dalam kondisi siap bertanding.